0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kirab Sepasang‪ Pengantin Tebu Awali Giling PG Tasikmadu

Arak-arakan manten tebu PG Tasikmadu (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Ritual arak-arakan pengantin tebu menandai dimulainya giling tebu di Pabrik Gula (PG)Tasikmadu. Sepasang pengantin tebu, Bagus Isnu Suprobo dan Roro Palastri diarak menuju pabrik gula menjadi simbol adanya sinergi antara petani dan pabrik gula.

“Tebu pengantin laki-laki Isnu Suprobo diambil dari lahan tebu Desa Kalijirak, Tasikmadu, adapun tebu pengantin perempuan  diambil dari lahan tebu Desa Sapen, Sukoharjo,” kata Gito Prasetyo, Administratur PG Tasikmadu kepada wartawan, Jumat (24/4).

Arak-arakan sepasang pengantin tebu merupakan tradisi leluhur sejak jaman pertama kali pabrik gula itu dibangun oleh Sri Mangkunegoro IV. Prosesi giling sendiri dimulai bertepatan dengan hari kelahiran Mangkunegoro IV pada hari Jumat Pon.

“Ritual ini sudah sejak pabrik ini dibangun. Kami meyakini, ini akan memperlancar proses giling dan memberikan hasil yang melimpah,” kata Gito.

Gito menambahkan, tahun ini diprediksi PG Tasikmadu akan menggiling sebanyak 4,2 juta ton tebu yang dihasilkan dari lahan di enam wilayah kabupaten di Solo Raya. Dengan rendemen 6,5 persen, ada sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Harapannya, semua bisa berjalan maksimal, kita mulai giling awal Mei sampai Nopember mendatang,” Katanya.

PG Tasikmadu termasuk pabrik gula terbesar di Indonesia, yang sampai saat ini masih terus dilestarikan dan berproduksi, meski mesin yang digunakan masih mesih peninggalan lama tahun 1817, dan sekadar hanya direkondisi dan direhabilitasi saja.

“Kami hanya berharap itu untuk lestarinya produksi gula nasional yang dihasilan pabrik gula peninggalan jaman Belanda dahulu,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge