0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penumpang Lion Air Cidera Usai Keluar Via Pintu Darurat

Lion Air (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Insiden ledakan pesawat Lion Air terjadi di Bandara Kualanamu, Medan Jumat (24/4). Suara dentuman keras pesawat jurusan Medan-Jakarta ini mengakibatkan penumpang di dalamnya panik.

Kementerian Perhubungan memastikan 205 penumpang pesawat Lion Air jenis Boeing 737-900 registrasi PK-LFT yang mesinnya mengalami ledakan seluruhnya selamat.

“Penumpang yang berjumlah 205, seluruhnya dalam keadaan selamat, meskipun ada yang mengalami cidera atau luka ketika mengalami proses evakuasi,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Julius Andravida Barata, Jumat (24/4).

Barata mengatakan, sejumlah penumpang memang mengalami luka atau cedera karena panik, dan membuka pintu darurat yang berada di bagian tengah pesawat secara manual. Alhasil, beberapa penumpang tidak mampu keluar dari pintu darurat tersebut dengan cara tepat sehingga mengalami cedera.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT 303 rute Kualanamu (KNO) tujuan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (CGK) itu mengeluarkan asap hitam dari auxiliary power unit (APU), ketika dalam proses memundurkan pesawat (push back) saat akan diterbangkan di landasan ancang (taxiway) Bandara Kualanamu.

Ketika mesin atau peralatan buat memundurkan pesawat itu dinyalakan, terdengar suara semacam dentuman cukup keras dari bagian belakang pesawat.

Pihak kru dan teknisi pesawat Lion Air telah meminta semua penumpang turun melalui pintu depan, tapi penumpang karena panik membuka pintu darurat.

Pelaksana Manajer dan Protokoler Bandara Kualanamu, Muhammad Haekal mengatakan, pihaknya telah membawa tiga penumpang cedera ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) berada dalam area Bandara Kualanamu. Manajemen Lion Air menampung seluruh penumpang di beberapa bagian bandara dan memberikan layanan makan siang.

“Penumpang juga disiapkan untuk diberangkatkan pada jam berikutnya dengan pesawat lain,” kata Haekal.

Petugas Bandara Kualanamu telah menarik pesawat Lion Air yang mengalami kerusakan mesin tersebut untuk keperluan investigasi.

“Nanti akan diinvestigasi oleh otoritas terkait, termasuk KNKT,” ujar Haekal.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge