0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Buat Laporan Palsu, Ini Alasan 4 Tersangka

dok.timlo.net/ahgung widodo
Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri meminta keterangan Wahyuni (baju kuning) dan tiga tersangka lain dalam kasus laporan palsu diamankan di Polres Sragen, Kamis (23/4) (dok.timlo.net/ahgung widodo)
Sragen – Empat warga Kabupaten Karanganyar harus berurusan dengan aparat Polres Sragen. Pasalnya, mereka memberikan keterangan palsu dalam kasus perampokan mobil di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Rabu (22/4) lalu.
Tidak hnya itu, mereka juga sepakat membuat cerita bohong seolah-olah ada perampokan mobil pikap jenis Colt T 120 SS dan barang dagangan berbagai macam sayuran.Empat orang itu masing-masing Sri Wahyuni (34) warga Delingan, Kecamatan Karanganyar, Ari Supriyanto (20) warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Sutimin (45) warga Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso dan Eko Sulistyono (43) warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Di depan Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri, empat orang itu mengaku sengaja membuat cerita bohong dan laporan palsu dengan tujuan untuk menghindari pembayaran kredit mobil yang belum lunas. Sedangkan keberadaan mobil itu sendiri juga belum jelas lantaran telah berpindah dari tangan ke tangan.

”Setelah diselediki lebih jauh memang pick up tersebut mobil leasing yang nunggak selama tiga bulan. Jadi kasus pembegalan sebagai dalih agar mereka terhindar dari pembyaran sisa kredit mobil,” ujar Kapolres usai memintai
keterangan tersangka di Mapolres Sragen, Kamis (23/4).

Menurut AKBP Dwi Tunggal Jaladri, terungkapnya kasus itu setelah pihaknya curiga dengan laporan Sri Wahtyuni yang mengaku telah dirampok mobilnya oleh satu keluarga terdiri suami, istri dan anak, yang dinilainya janggal. Akhirnya pihaknya melakukan rekonstruksi dan mendalami laporan hingga akhirnya terungkap laporan palsu tersebut.

Sementara tersangka Sri Wahyuni mengakui kasus tersebut hanyalah rekayasa. Menurutnya, kasus berawal saat Sutimin over kredit mobil ke Wahyuni tanpa persetujuan leasing yang ternyata juga di-over ke pihak lain.

”Setelah itu Pak Sutimin atas usulan Pak Eko menyuruh saya memberi laporan pembegalan palsu ke Polsek Tanon,” kata Wahyuni.

Atas tindakan itu, empat orang tersebut terancam pasal 220 KUHP tentang pemberian laporan yang tidak benar dengan ancaman penjara satu tahun empat bulan.

”Kasus ini masih dalam pengembangan termasuk melacak keberadaan mobil yang keberadaannya sudah kami ketahui,” kata Kapolres.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge