0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

10 Tahun YouTube, Cara Situs Ini Ubah Internet

Youtube. (Dok: Timlo.net/Ars Technica.)

Timlo.net—Semuanya dimulai dengan sebuah video berdurasi 20 detik yang direkam di sebuah kebun binatang. Yang tampil di video itu adalah salah satu pendiri YouTube, Jawed Karim yang menjelaskan panjang dari belalai gajah. Video itu diupload 23 April 2005.


Beberapa video di awal terbentuknya YouTube yang sempat populer:

“Siapa pun bisa jadi seorang bintang dan tidak ada gate keeper,” kata editor senior CNET.com, Bridget Carey.

“Situs itu memiliki apa yang kami sebut efek jaringan di dalam teknologi, di mana situs itu berkembang dari besar menjadi terlalu besar dan begitu seterusnya,” kata editor NewYorker.com dan kontributor CBS News Nicholas Thompson.

“Situs itu bertumbuh secara eksponensial dan meledak,” tambahnya.

Video Bintang pop Korea Psy “Gangnam Style” menjadi video yang paling banyak dilihat. Video itu dilihat lebih dari 2 miliar kali.

“Situs itu membuat setiap manusia bisa diakses oleh manusia lainnya, dan di luar itu, ada sejumlah kecil orang, tapi merupakan sekelompok orang yang menakjubkan, yang menjadi selebritis YouTube,” kata Thompson.

Justin Bieber juga memulai karirnya di YouTube. “YouTube adalah tempat yang utamanya digunakan untuk bersenang-senang. Itulah yang kita pikirkan. Tapi situs ini juga tempat untuk dunia politik, dalam konteks baik dan buruk. Video teror, mereka tayang di YouTube,” kata Thompson.

“Ada banyak video yang penting secara politik yang tayang di Youtube. Ada beberapa video dari kedua belah pihak dalam perang sipil Suriah,” terangnya.

Video-video di situs itu juga mengguncang politik Amerika Serikat (Amrik) dengan Barack Obama sebagai contohnya.

“Ada banyak hal yang membuat Obama meledak, salah satunya adalah karena dia populer di YouTube,” kata Thompson mencontohkan.

Setahun setelah YouTube dirilis, layanan itu dibeli Google senilai $1,6 miliar. “Angka terbesar yang pernah dikeluarkan Google untuk membeli sesuatu saat itu,” kata Carey.

“YouTube memiliki pendekatan yang sangat laissez-faire terhadap hak cipta. Mereka pada dasarnya berkata, “Tampilkan semuanya. Jika seseorang komplain, turunkan. Kita tidak akan mengawasi, kita akan menilik,” katanya.

“Situs ini dkenal sebagai tempat untuk konten bajakan dan ilegal. Saat Google membelinya, situs itu menjadi salah satu masalah utama Google,” kata Thompson.

Sekarang YouTube memiliki reputasi untuk perlindungannya terhadap hak cipta.

“Ukuran besar YouTube membuat situs itu tidak seperti situs manapun di internet saat ini,” kata Carey.

“Ada satu miliar pengguna di YouTube dan 300 jam video diupload setiap menitnya. Sekitar setengah pengunjung datang dari seluler,” tambahnya.

Walaupun banyak konten di YouTube, Thompson berkata bahwa situs itu kesulitan untuk menghasilkan uang.

“Masa depan YouTube akan tetap menjadi sebuah gudang yang besar untuk semua hal aneh di dunia. Situs ini juga, harapan mereka, menjadi tempat di mana Anda pergi dan melihat lebih banyak program acara,” kata Thompson.

Mereka mencoba model berlangganan di situsnya, kata Carey, serupa dengan cara yang dipakai Netflix.

“Masih awal, tapi YouTube mengubah cara kita menonton televisi 10 tahun lalu dan masih dalam proses berkembang hari ini,” kata Carey.

Sumber:CBS News.

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge