0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tambal Gigi Di RS, Pasien Ini Harus Bayar Rp9 Juta

mmc abigail vela
Tulisan dan foto Vela soal MMC. (Dok: Timlo.net/ Facebook.)

Timlo.net--Seorang pengguna Facebook, Abigail Anggita Vela berbagi pengalamannya melakukan tambal gigi di Rumah Sakit MMC, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Vela bercerita, Senin (20 April) dia menambal giginya di rumah sakit tersebut pukul 11:45. Dia ditangani oleh dr Ingrid Tandiari. Sebelum memperoleh perawatan medis, dia ditanya mengenai keluhannya.

“Saya dipersilakan duduk dan dokter tanya ada keluhan apa, saya jawab tambalan kiri atas copot,” tulisnya di Facebook.

Vela beranggapan masalah mulai terjadi saat dia meletakkan map plastik berisi form asuransi kantor yang diberikan oleh bagian pendaftaran. Vela merasa sudah menjelaskan keluhannya, tapi sang dokter melakukan beberapa tindakan medis yang tidak dia minta. Misalnya, scaling dan membor lima gigi lainnya karena menurut sang dokter juga terdapat lubang. Padahal dia tidak merasa ada masalah pada kelima gigi itu.

“Setelah 45 menit, selesailah semua dan saya diberikan slip pembayaran warna kuning yang ditulis tangan oleh asisten dokter 1 ( di ruangan ada 2 asisten dokter, 1 muda 1 agak tua). Tulisannya: 2.000.000 + 7.000.000 = 9.000.000” tulisnya.

Dia pun kaget saat bertanya ke kasir tentang total biaya yang harus dia bayar. “Sontak saya kaget setengah mati. Uang 9 juta habis dalam waktu kurang dari 1 jam dan hanya untuk sebuah tambalan yang copot dan harus saya perbaiki? Langsung saya minta rinciannya ke petugas kasir khusus loket asuransi,” tulisnya.

Tapi sang petugas mengatakan kalau rincian biaya bisa ditanyakan langsung ke petugas di ruangan dokter yang merawatnya. Dia akhirnya bertemu dengan sang dokter dan meminta rincian biaya 9 juta yang harus dia bayar.

Sang dokter meminta seorang asisten untuk membuat perincian dan berkata, “Ya sudah didiskon aja jadi 8 juta”. Dia merasa tindakan sang dokter aneh dan untuk sebuah rumah sakit internasional, MMC tidak memiliki standarisasi biaya.

Merasa tidak puas, dia kembali ke kasir dan meminta dihubungkan ke penanggung jawab rumah sakit.

“Saya diarahkan ke ruang humas. Disana saya jelaskan kekecewaan saya kepada MMC dan dokter tersebut. Dokter tidak konfirmasi dulu ke saya untuk tindakan yang terbilang SANGAT MAHAL tersebut, terlebih tidak konfirmasi harga. Mungkin karena dokter berasumsi saya pakai asuransi, maka semua akan dicover asuransi,” terangnya.

Vela mengaku bahwa memiliki plafon asuransi sebesar Rp 50 juta, tapi beranggapan bahwa tindakan sang dokter termasuk “pengeretan” terhadap asuransi. Dia mengatakan bahwa pihak humas mengklarifikasi ke dokter dan menyampaikan permintaan maaf kepada dirinya. Lewat sebuah mediasi singkat, dokter akhirnya sepakat untuk menetapkan tarif total sebesar Rp 4 juta terkait tindakan terhadap gigi Vela.

Saat pihak RS MMC dimintai komentar soal kasus ini, mereka membantah keluhan Vela. “Mohon maaf kita tidak bisa memberikan informasi apa-apa,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas RS MMC, dr Cornelia, saat ditemui Kompas.com di RS MMC, Kamis (23/4/2015).

Kasus yang menimpa Vela, ujar Cornelia adalah urusan rumah sakit dengan pasien yang terkait. “Itu urusan rumah sakit dengan pasien. Soal tarif, saya enggak hafal, belum tahu. Itu enggak bisa ditanyain,” katanya saat ditanya Kompas.com soal metode penentuan tarif di rumah sakit itu.

Saat ditemui terpisah, dr Ingrid yang menangani Vela membantah dirinya telah menaikkan tarif secara sepihak. “Itu bukan tarifnya dinaikkan! Enggak usah dibesar-besarkan. Itu kan hanya soal pemberitahuan saja,” katanya dengan nada meninggi. Dia berkata bahwa tarif yang dikenakannya sudah sesuai dengan prosesur yang berlaku.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge