0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Perketat Pengawasan Distribusi Pupuk

Pertanian merupakan salah satu sektor peningkatan pertumbuhan ekonomi (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Menjelang musim tanam kedua tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mewaspadai keberadaan pengecer pupuk ilegal. Pemkab bakal melakukan pengawasan untuk memastikan peredaran pupuk subsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Sumber keberadaan pengecer tak resmi tersebut perlu ditelusuri. Namun kita juga butuh dukungan dari pihak berwenang untuk menindak pengecer tidak resmi itu. Sebab itu jelas menyalahi aturan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Dhanik Sih Handayani kepada wartawan, usai pertemuan dengan distributor pupuk, Kamis (23/4).

Dhanik menyebutkan, pengecer di luar daftar resmi tersebut, kemungkinan besar mendapat pasokan barang dari pengecer resmi maupun petani yang kelebihan stok pupuk.

“Bisa jadi ada pengecer resmi yang menyalurkan sendiri. Itu jelas melanggar dan bisa ditindak,” tandasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dispertanbunhut Karanganyar sengaja menggelar pertemuan dengan sejumlah distributor untuk memberikan arahan agar penyaluran pupuk bersubsidi memasuki musim tanam kedua ini lebih lancar.

Dhanik mengemukakan, sejauh ini distribusi pupuk dari bulan Januari hingga sekarang cukup lancar, sesuai dengan kuota di tiap kecamatan.

Sebagaimana diketahui, HET pupuk Urea ditetapkan Rp 1.800, kemudian NPK Rp 2.300, SP36 Rp 2.000, ZA Rp 1.400, Organik Rp 500 per kilogram.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge