0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Buat Laporan Palsu, Wahyuni  Jadi Tersangka

Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri meminta keterangan Wahyuni (baju kuning) dan tiga tersangka lain dalam kasus laporan palsu diamankan di Polres Sragen, Kamis (23/4). (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri menyatakan, adanya laporan palsu yang telah dilayangkan ke Polres Sragen pada Selasa (21/4). Beberapa waktu lalu pihaknya menerima adanya perampokan yang dialami Sri Wahyuni (34), asal Dukuh Pojok RT 2, Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Karanganyar,  mengaku menjadi korban perampokan yang dilakukan satu keluarga di jalan Tanon-Sumberlawang, Sragen.

Akibat kejadian itu, korban juga mengaku  kehilangan mobil pikap jenis Colt T 120 SS dan barang dagangan berbagai macam sayuran dengan total senilai Rp 60 juta.

“Namun kami curiga karena dalam pemetaan wilayah Sragen belum ada kasus begal motor, apalagi mobil. Lalu kami telusuri dan perintahkan Kapolsek dan Kasatreskrim untuk rekontruksi ulang kejadian itu. Ternyata ada yang janggal, ibu Wahyuni ini ternyata tidak pandai mengendarai mobil,” ungkap Kapolres dalam gelar perkara di Mapolres Sragen, Kamis (23/4).

Kapolres mengatakan, kronologi bermula saat Sri Wahyuni mengaku dirampas kendaraanya yakni mobil pick up bernopol AD 1764 JZ hendak berjualan sayur ke Pasar Sumberlawang, Selasa (21/4). Wahyuni dalam laporan ke Polsek Tanon saat pagi hari mengaku hendak menolong satu keluarga yang menuntun kendaraan bermotor. Namun dia disekap hingga taksadarkan diri.

Dari proses rekontruksi itulah, mulai terlihat beberapa kejanggalan. Sri Wahyuni dalam laporannya mengaku berjualan sayur selama tiga bulan menggunakan pick up ternyata tak bisa mengendarai mobil. Dalam pengembangan, pedagang sayur di Pasar Sumberlawang juga tidak mengenal Wahyuni dalam proses jual-beli sayur.

“Setelah kita tanyakan apalagi yang hilang, Wahyuni bilang handphone. Tapi setelah kita tanyakan nomor handphoneya dia tidak hafal. Inilah yang akhirnya kita sangkakan sebagai laporan palsu,” katanya.

Wahyuni bersama tiga orang lainnya yang terlibat dalam scenario laporan palsu tersebut bakal dijerat Pasal 220 KUHP tentang pemberian laporan yang tidak benar dengan ancaman penjara satu tahun empat bulan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge