0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terkena Proyek Tol, Situs Purbakala Terancam Digusur

dok.timlo.net/nanin
Situs purbakala batu lumpang dan lesung di Dusun Genengsari,Desa Ngargosari, Ampel, bakal digusur terkena proyek jalan tol (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Situs purbakala berupa batu lumpang dan lesung yang berada di Dusun Genengsari, Desa Ngargosari, Ampel, Boyolaliu terancam digusur karena terkena proyek jalan tol Solo-Semarang. Warga sekitar menyayangkan pengusuran situs tersebut, pasalnya selama ini dianggap sebagai patok desa.

“Kalau bisa jangan dipindah, biarkan saja di situ,” ungkap Marjo, warga sekitar, Kamis (23/4).

Dijelaskan, batu menyerupai lesung dan lumpang, saat ini terlihat ada lima buah, sudah lama berada di batas desa yang berada di bawah pohon bambu. Lesung dan lumpang tersebut dipercaya sudah ada sejak jaman kakek buyutnya. Selain itu, keberadaan situs tersebut dipercaya sebagai pertanda bahwa di wilayah tersebut sudah ada peradaban jauh sejak sebelum jaman penjajahan.

“Itu sudah ada sejak jaman dulu, sebagai tanda patok desa. Jangan sampai hilang terkena proyek tol,” katanya.

Anggota Tim Museum Boyolali, R Surojo, menduga sejumlah batu tersebut berasal dari jaman batu muda (megalitikum), dan bukan untuk persembahan atau ritual. Namun masuk kategori alat rumah tangga. Pihaknya menduga di wilayah Genengsari tersebut, merupakan pusat produksi pembuatan kebutuhan alat rumah tangga dahulu kala. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya batu sejenis tak jauh dari lokasi tersebut. Diduga masih ada banyak lagi benda purbakala serupa.

“Dugaan sementara adalah alat rumah tangga, karena belum menyerupai yoni atau pun lingga,” katanya.

Mengenai lokasi BCB bakal terkena proyek tol, Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Ribut Budi Santoso mengakui lokasi sejumlah lesung dan lumpang itu memang terkena proyek nasional pembangunan jalan tol Semarang Solo.
Terkait hal itu, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan pihak BCB Prambanan. Mengingat lokasi ditemukannya benda bersejarah itu, merupakan bukti bahwa sudah peradaban di Boyolali sejak jaman batu.

“Kita koordinasikan dengan BCB Prambanan agar bisa diamankan, kalau memang harus dipindah, nanti akan kita simpan di museum,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge