0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

500 Rumah Kebanjiran

Hujan Deras, Boyolali Siaga Banjir Susulan

230415 Banjir masih mengenang wilayah Desa Kismoyoso,Ngemplak, hingga Kamis pagi
()

Boyolali — BPBD Kabupaten Boyolali siaga di beberapa wilayah yang Rabu (22/4) malam terendam banjir. Siaga dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih terus menguyur hingga siang ini, Kamis (23/4).

“Kita masih siaga, bila ada banjir susulan langsung melakukan antisipasi,” ungkap Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya.

Sementara dari data di BPBD, banjir yang menerjang tiga kecamatan di Boyolali tercatat sebanyak 500an rumah penduduk. Banjir dengan ketinggian 1 meter hingga 2, meter dan memaksa sebagian warga yang rumahnya tergenang harus diungsikan.

Sementara itu banjir juga menghanyutkan sebuah mobil Avanza saat melintas di jembatan Canden,Sambi. Beruntung tidak sampai jatuh korban jiwa dalam bencana tersebut. Banjir mulai mengenangi pemukiman warga
pukul 21.30 WIB akibat hujan deras yang mengakibatkan sejumlah sungai meluap.

“Kami mulai evakuasi sekitar pukul 22.30 WIB hingga Kamis pagi,” ungkapnya.

Dijelaskan, sekitar 200 jiwa lebih yang berhasil dievakuasi tim SAR BPBD Boyolali dengan menggunakan perahu karet. Kebanyakan mereka yakni Balita, ibu hamil, dan lanjut usia. Sementara itu ratusan warga lainnya juga
mengungsi karena ketinggian banjir mencapai 2,5 meter di sejumlah tempat. Jalannya evakuasi selain terkendala ketinggian air juga arus air yang sangat kencang.

Sementara itu lokasi banjir cukup parah terjadi di Kismoyoso Ngemplak. Menurut Endang (40), warga Dukuh Ngampo, air mulai masuk ke dalam rumah sekitar pukul 00.00 WIB. Air bahkan mencapai ranjang tempat tidur dan
membuat warga ketakutan. Namun sebagian besar mereka tidak pergi mengungsi.

“Tapi sampai pagi tidak bisa tidur, takut airnya semakin meninggi,” tuturnya.

Banjir bandang tersebut akhirnya mulai surut Kamis pagi, meski di sejumlah tempat genangan masih terjadi. Warga yang rumahnya terendam, mulai membersihkan rumah mereka yang penuh lumpur. Sementara dari BPBD Boyolali
serta instansi terkait, mengirimkan bantuan logistik kepada korban bencana.

Sementara itu pada saat yang sama, longsor susulan terjadi lagi di kawasan Irung Petruk jalur wisata Solo-Selo-Borobudur (SSB). Longsor juga terjadi di Dukuh Sidowayah, Desa Trayu, Kecamatan Banyudono dan menimpa dapur milik Semiyati (52) hingga rusak ringan. Nahas, pada saat yang sama korban juga tertimpa longsoran sehingga terluka di kedua kakinya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge