0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikepung Banjir, Warga Terpaksa Bolos Kerja

dok.timlo.net/putra kurniawan
Warga beraktivitas di tengah banjir di Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Meluapnya Sungai Bengawan Solo mengakibatkan warga Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo tidak bisa bekerja. Hal ini dikarenakan beberapa ruas jalan masuk desa tergenang air setinggi lutut orang dewasa sejak Kamis (23/4) pagi.

“Ini sudah agak surut, tapi tadi pagi ketinggian sampai 70 cm, dan warga tidak ada yang masuk kerja. Seperti orang terisolasi, Mas, soalnya akses jalan pada tergenang air semua kita tidak bisa keluar desa,” kata salah seorang warga, Suhono.

Air mulai naik ke pemukiman warga sejak pukul 06.00 WIB dan terus meninggi hingga pukul 10.00 WIB dengan ketinggian maksimal 70 cm. Namun demikian, genangan tidak sampai tiga jam sudah kembali surut seiring turunya debit air di Sungai Bengawan Solo.

Desa Gadingan merupakan salah satu desa langganan banjir saat Sungai Bengawan Solo meluap. Letaknya yang tepat di sebelah tanggul sering kebanjiran karena aliran anak sungai terpanjang di Pulau Jawa ini tidak bisa masuk ke sungai utama.

“Istilahnya back whater, karena air tidak bisa masuk ke Sungai Bengawan Solo karena tinggi muka air cukup tinggi dan pompa secara otomatis menutup,” kata petugas BPBD Sukoharjo, Agus Diyono saat melakukan patroli di sejumlah desa terdampak banjir, Kamis siang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge