0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir Landa Sragen, 2 Balita Dikabarkan Hilang

dok.timlo.net/agung widodo
(dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Akibat guyuran hujan yang terjadi di Kabupaten Sragen, Rabu (22/4) malam hingga Kamis (23/4) dinihari, menyebabkan banjir melanda sejumlah kecamatan, terutama yang terletak di tepi Sungai Bengawan Solo.
Dari keterangan yang dihimpun Timlo.net, kecamatan yang mengalami banjir adalah Kalijambe, Tanon, Plupuh, Sidoharjo dan Masaran.

Di Kecamatan Kalijambe dilaporkan, banjir setinggi dua meter terjadi di Desa Bapang RT 04 dan  Desa Bukuran.
Sedangkan di Kecamatan Tanon, banjir menggenagi 100 hektar sawah di Desa Kecik.

“Dari data yang kami himpun, untuk Kecamatan Plupuh banjir menggenangi areal persawahan dengan total 185 hektar yang ada di Desa Banaran, Gedongan dan Desaa Sidokerto,” kata Komandan Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Edi Saputra, Kamis (23/4).

Di Kecamatan Plupuh banjir setinggi dua meter tersebut juga masuk ke rumah-rumah warga. Tidak kiurang dari 25 kepala keluarga (KK) terendam. Bahkan beredar kabar, dua balita hilang dan belum diketahui keberadaannya.
Diduga kedua bocah itu hanyut terbawa arus banjir.

Sementara dari Kecamatan Sidohrjo dan Masaran juga mengalami banjir di beberpa desa. Seperti di Desa Sari, Msaran yang selama ini memang menjadi tempat langganan banjir tahunan.

“Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo setinggi 50 cm  yang menggenangi jalan kurang lebih stu Km dari Jembatan Desa Sari. Banjir  juga menggenangi tanaman padi yang baru ditanam seluas kurang lebih 25 hektar,” kata
Kapolsek Masaran AKP Mujiono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge