0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Derita Norfia, Dianiaya Majikan di Malaysia

(Ilusrasi) penganiayaan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kisah pilu dialami Norfia Linda (23), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Perempuan asal Lombok Timur ini disiksa majikannya hingga mengalami lebam di seluruh mukanya, kepala, punggung serta satu jarinya patah.

Sadisnya lagi, korban dibuang oleh majikan di hutan dekat perkampungan orang asli di daerah Ulu Yam, Hulu Selangor pada 19 April kemarin. Untungnya warga sekitar segera memberi pertolongan dan membawa ke rumah sakit Selayang.

Saat ini korban dalam perawatan medis. Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono, sudah menjenguk korban, Rabu (23/4) kemarin.

Hermono berkesempatan untuk berdialog dengan korban dan dokter yang merawatnya. Korban dalam kondisi relatif stabil walaupun mukanya tampak lebam, yang menurut pengakuan korban adalah akibat didera dengan rotan dan tongkat besi oleh pasangan suami istri yang menjadi majikannya, S dan Z.

Kekerasan tersebut mulai dialaminya setelah bekerja selama kurang lebih seminggu. Norfia Linda mengaku baru bekerja selama kurang lebih satu bulan.

Dari hasil wawancara, terungkap proses pemberangkatan korban ke Malaysia dilakukan secara nonprosedural oleh agen perseorangan yang juga masih memiliki hubungan keluarga dengannya.

Menurut keterangannya, agen tersebut memang kerap mengirim pekerja ke Malaysia.

Hermono mengatakan, penyiksaan yang dialami Norfia Linda dapat dikatakan sangat kejam, karena ditemukan luka lebam di seluruh bagian muka. Oleh karena itu, KBRI akan memastikan dan meminta otoritas Malaysia untuk mengambil tindakan hukum atas majikan sebagai pelaku kekerasan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“KBRI juga meminta otoritas di Indonesia untuk menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan Norfia Linda,” tegas Hermono, Kamis (23/4).

Hermono juga meminta pihak-pihak terkait di dalam negeri untuk memperkuat upaya pencegahan mengingat pengiriman TKI secara nonprosedural masih terus terjadi yang sangat membahayakan keselamatan TKI sebagaimana yang dialami pekerja asal Lombok Timur ini.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge