0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Banjir, Radius Luapan Capai 5 Km

Banjir surut, warga Banjarsari mulai bersih-bersih (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Banjir akibat luapan Kali Pepe dan Kali Anyar, Rabu (22/4) malam menembus radius 5 Km dari bibir sungai. Wilayah terparah berada di Banyuanyar, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo.

“Banjir ini memang tidak kita prediksi. Biasanya banjir kan di bantaran karena luapan Sungai Bengawan Solo,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Gatot Sutanto, Kamis (23/4).

Menurut Gatot, banjir diduga berasal dari Boyolali. Lantaran debit air yang sangat besar, Kali Anyar dan Kali Pepe tidak muat menampung debit air dan masuk ke pemukiman warga. Ketinggian air semalam bervariasi mulai setinggi paha hingga dada orang dewasa.

“Radius luapan mencapai 5 Km. Soalnya daerah RSUD (Ngipang) kena juga. Padahal jaraknya 5 Km dari Kali Pepe,” ungkap dia.

Adapun wilayah terdampak, kata Gatot, tersebar di beberapa kecamatan. Antara lain Banyuanyar, Kadipiro, Sumber, Nusukan yang berada di lingkup Kecamatan Banjarsari. Kemudian di Bumi, Pajang,  Kecamatan Laweyan dan Mojosongo dan Gulon di Kecamatan Jebres.

Hingga kini, sambung Gatot, pihaknya masih melakukan pendataan kerugian dan korban. Untuk sementara, BPBD juga fokus membuat dapur umum.

“Dapur umum ini kita dapat bantuan dari BPBD Magelang dan BPBD Karanganyar. Meskipun, masyarakat ada yang bangun dapur umum sendiri,  di Sumber misalnya. Walau tidak ada pengungsian, masyarakat kan tidak sempat masak, hanya sempat bersih-bersih,” terang dia.

Salah seorang warga Banyuagung RT 02/ RW 05, Candra mengaku sejak pukul 05.00 WIB mulai membersihkan rumahnya. Hal ini lantaran banjir baru surut sekitar pukul 05.00 WIB.

“Surut tadi pagi jam 05.00 WIB. Tadi malam air masuk mulai pukul 11.00 WIB. Ketinggiannya sekitar 70-80 cm. Ini banjir kedua setelah 2008 lalu,” kata laki-laki 40 tahun ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge