0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Review Film “Avengers: Age of Ultron”

avengers age of ultron
Poster Avengers: Age of Ultron (Dok: Timlo.net/ Jokesunlimited.net.)

Sutradara: JossWhedon

Penulis Naskah: Joss Whedon, Stan Lee

Pemain: Robert Downey Jr, Chris Evans, Mark Ruffalo, Scarlett Johansson, Chris Hemsworth

Durasi: 141 menit

Genre: Aksi, petualangan

Timlo.net—Ada banyak film tentang pahlawan super, tapi film yang layak diingat adalah film yang tahu bagaimana membuat para penontonnya tertawa. Film aksi pahlawan super yang terlalu serius biasanya justru membosankan.

Sepertinya penulis dan sutradara Joss Whedon benar-benar memahami hal ini. Film The Avengers arahan Joss Whedon yang dirilis tahun 2012 penuh dengan dialog yang bagus, momen-momen yang lucu dan cerdas. Aksi dan efek spesial yang disuguhkan sesuai dengan yang diharapkan oleh para penonton.

Nah bagaimana dengan film sekuelnya, Avengers: Age of Ultron? Biasanya film sekuel selalu memperoleh tekanan yang berat untuk lebih sukses atau paling tidak menyamai kesuksesan film pertama.

Seperti film sekuel lainnya, Age of Ultron tidak pernah bisa memiliki kesegaran yang dimiliki film pertama. Film pertama memancing penasaran para penonton untuk melihat bagaimana deretan superhero (yang beberapa di antaranya sudah dikenal lewat film mereka) akan bertemu dan bekerja sama. Elemen ini tidak ada di film kedua. Tapi Avengers: Age of Ultron berhasil mengisi kekurangan ini dan menawarkan sesuatu yang lain.

Dalam film ini, Tony Stark (Iron Man) memiliki impian untuk menciptakan penjaga atau pahlawan dengan kecerdasan buatan. Impian ini didebat oleh Bruce Banner (Hulk). Tony sendiri berkata bahwa ide utama dari terbentuknya the Avengers adalah untuk membuat Bumi damai. Sehingga mereka bisa hidup dengan tenang. Tony percaya bahwa robot AI (artificial intelligent) Ultron buatannya adalah jawaban yang mereka cari untuk menggantikan tugas mereka.

Tapi impian Tony rupanya membawa masalah. Pada akhirnya tim superhero ini dan para karakter lain terlibat perang mematikan dengan sepasukan robot yang dipimpin Ultron. Dia dan anak buahnya percaya bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan umat manusia adalah dengan cara memusnahkannya.

Ada ritme yang familiar di film Age of Ultron: perdebatan antar karakter yang humoris. Para karakter diizinkan untuk sedikit berkembang. Dialog yang ada mengutip berbagai macam orang mulai dari TS Eliot hingga Rasul Petrus. Tapi dialog-dialog yang ada sangat lucu dan spesial efek yang ada juga spektakuler. Serta tentunya adegan-adegan aksi yang memukau.

Selain kelompok pahlawan super yang akrab bagi para penonton, Whedon memperkenalkan Elizabeth Olsen dan Aaron Taylor-Johnson sebagai kakak dan adik. Keduanya ditandingkan dengan Tony Stark (Iron Man). James Spader yang menjadi pengisi suara Ultron berhasil untuk memeriahkan berbagai adegan di mana dia muncul. Karakternya yang kompleks dan suaranya memberikan kesan tersendiri.

Secara keseluruhan, Avengers: Age of Ultron merupakan film sekuel yang memuaskan dari franchise yang bisa dikatakan baru dimulai.

Sumber: Stuff.co.nz

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge