0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPBD Boyolali Pantau Daerah Rawan Longsor

Pengguna jalan dihimbau lebih berhati-hati dan waspada melintas di jalur rawan longsor, jalur alternatif Boyolali-Magelang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Paska tanah longsor di kawasan Merapi-Merbabu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali masih siaga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, melakukan sosialisasi masyarakat di wilayah rawan longsor. Sebab, belakangan ini curah hujan di wilayah Boyolali masih di atas normal.

”Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat lebih waspada,” ujar Kabid Kedaruratan dan Penanggulangan Bencana BPBD Boyolali, Purwanto, Rabu (22/4).

Menurut dia, berdasarkan data BMKG, curah hujan di Boyolali sepanjang April ini mencapai 201-300 mm, di atas curah hujan normal 101-150 mm. Selain antisipasi bencana, pihaknya juga memantau delapan wilayah rawan bencana lainnya. Seperti Watu Gede dan Kendel, Kemusu; Gondanglegi, Klego; Pantaran, Ampel; Sangup, Musuk; serta Jeruk dan Tarubatang, Selo.

Terkait penanganan pasca bencana longsor tebing di jalur SSB tepatnya di Irung Petruk, Cepogo, BPBD masih mengerahkan relawan untuk berpatroli di jalur tersebut selama 24 jam. Tingginya  curah hujan pengamanan jalur melalui kegiatan patroli sangat diperlukan.

Selain itu, petugas BPBD juga memasang papan peringatan di Gebyog dan Kadipiro Genting, Cepogo, agar pengendara waspada terhadap ancaman longsor. BPBD juga memfasilitasi warga di sekitar Kadipiro, Genting, Cepogo, berupa peralatan HT.

“Untuk memperlancar komunikasi jika ada kejadian,” tambahnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge