0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Red Batik Harus Bisa Tawarkan Solo

Kain Pesisiran (timlo.net/heru)

Solo – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo berharap Red Batik Carnival bisa perkenalkan pariwisata kota Bengawan ke kancah internasional. Hal itu dikatakan kepala Disbudpar Solo, Eny Tyasni Susana, saat gladi bersih persiapan Red Batik Carnival menuju Konfrensi Asia Afrika (KAA), Rabu (22/4).

“Memang tidak secara khusus membawa misi pariwisata, namun kami harap mereka bisa menampilkan sesuatu yang khas Solo di tingkat konfransi tingkat internasional KAA ke-60 di Bandung,” ungkapnya saat ditemui Timlonet di halaman Balaikota Solo.

Eny mengatakan, komunitas Red Batik Carnival akan tampil sebanyak dua kali, yakni pada acara napak tilas KAA ke-60, tanggal 25 April 2015, dan National Perform yang akan dilaksanakan pada 26 April 2015.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan Solo ke dunia Internasional, tujuannya untuk mendongkrak pariwisata kita,” kata Eny.

Sementara, Art Director Red Batik Carnival, Bambang ’Mbesur’ Suryono mengaku dirinya mengusung konsep kostum baru dengan mengangkat kain batik gaya pesisiran. Kain ini dipilih lantaran selama ini kekayaan produk tekstil tradisional ini kurang mendapatkan perhatian dari pecinta batik dalam dan luar negeri.

“Jarang ada yang melirik motif batik ini, padahal batik ini adalah kekayaan kita yang luar biasa yan juga harus diangkat,” katanya.

Selain mengangkat batik pesisir, pria yang akrab disapa Mbesur ini juga mengangkat tema wayang dalam kostumnya sebagai simbol kota Bengawan sebagai kota Budaya Jawa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge