0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Red Batik Usung Kain Pesisiran ke KAA

Kain Pesisiran (timlo.net/heru)

Solo – Komunitas Red Batik Carnival mengusung batik pesisiran dalam acara napak tilas Konfrensi Asia Afrika (KAA) ke -60 di Kota Kembang, Bandung. Kain bermotif batik pesisiran dipilih, lantaran selama ini kekayaan produk tekstil tradisional ini kurang mendapatkan perhatian dari pecinta batik dalam dan luar negeri.

“Sebagai dasar kostum kami memang memilih kain batik dengan model pesisiran, dari Bangkalan Madura, Sumenep, Jepara, dan lainnya. Pilihan ini bukan tanpa dasar, melainkan karena warna-warna batik pesisiran memang lebih tegas dengan visual yang kuat,” ungkap Art Director Red Batik Carnival, Bambang ‘Mbesur’ Suryono.

Pria yang akrab disapa Mbesur ini mengatakan selain untuk mengangkat penggunaan batik pesisiran sebagai kain yang biasa di gunakan setiap hari, dirinya juga memiliki misi untuk memperkenalkan kain ini kepada perwakilan negara-negara peserta KAA di Bandung.

Dalam karyanya kali ini, Mbesur mengangkat tema kostum dari jagad perwayangan, sebagai simbol kota Solo. Model-model cantik Red Batik akan dibalut sedemikian rupa dengan menggunakan kain batik pesisiran dan menggunakan pernak-pernik dari bahan alam.

“Pernak-pernik bahan alam ini juga bisa didapatkan di Solo, karena kita juga bermaksud untuk membranding Kota Solo di penampilan kami nanti,” katanya.

Kelompok asal kota Bengawan ini direncanakan akan tampil sebanyak dua kali, yakni pada acara napak tilas KAA ke-60, tanggal 25 April 2015, dan National Perform yang akan dilaksanakan pada 26 April 2015.

“Dalam National Perform nanti kami akan menyajikan modeling yang dipadu dengan koreo,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge