0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PBB Boyolali Naik, Target Jadi Rp 28 M

timlo.net/nanin
Pelayanan PBB di Kabupaten Boyolali, target tahun 2015 meningkat menjadi Rp 28 Milliar (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang mulai diberlakukan tahun ini, ternyata banyak wajib pajak yang keberatan. Beberapa diantaranya bahkan mengirimkan permohonan tertulis untuk meminta keringganan pajak. Namun meski keberatan, para wajib pajak tetap wajib membayarnya.

“Ada enam pemohon yang meminta keringanan, namun satu kita coret, sisanya sedang dalam pengecekan,” ungkap Totok Sukamto, Kasi Penetapan PBB dan BPHTB DPPKAD, Rabu (22/4).

Dijelaskan, ada kebijakan keringanan pembayaran PBB sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pengajuan keringanan pembayaran PBB tersebut, wajib pajak harus membuat permohonan tertulis yang kemudian disusuli pemeriksaan faktual oleh petugas DPPKAD. Namun ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan pemberian keringanan. Di antaranya dengan mempertimbangkan kajian di lapangan hingga kondisi ekonomi, termasuk tingkat penghasilan wajib pajak serta tingkat kebutuhan mereka setiap bulannya.

“Kita kaji dulu, bisa memang tidak mampu, kita beri keringanan,” tandasnya.

Disisi lain, Kepala DPPKAD Boyolali, Syawaludin, menjelaskan dengan kenaikan PBB, maka target pendapatan PBB juga mengalami peningkatan, menjadi Rp 28 Miliar. Tahun sebelumnya potensi PBB mencapai Rp 15,9 Miliar dan berhasil direalisasi Rp 14 Miliar lebih. Padahal target pendapatan tahun tersebut hanya Rp 12,499 Miliar.

Terkait adanya keberatan masyarakat terhadap kenaikan nilai PBB, dijelaskan Syawaludin, kenaikan tersebut merupakan penyesuaian nilai obyek kena pajak (NJOP) yang sembilan tahun tidak ada penyesuaian. Penyesuaian NJOP berkisar hingga 300 persen. Meski demikian penyesuaian NJOP tersebut masih di bawah ambang batas harga pasaran.

“Salah satu pertimbanganya dengan memperhitungkan perkembangan wilayah dan tingkat ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu untuk meningkatkan layanan, DPPKAD sejak pertengahan bulan April ini sudah membuka loket pembayaran pajak. Dengan loket pembayaran pajak tersebut, wajib pajak tidak perlu masuk ke dalam ruangan-ruangan kantor, cukup dilayani secara sentra di bagian gedung utama DPPKAD.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge