0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Datangkan Kereta Uap Kuno, Pemkot Bertolak ke Ambarawa

dok.timlo.net/red
Sepur kluthuk (dok.timlo.net/red)

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal mendatangkan kereta uap kuno dari Ambarawa. Kamis (23/4), Pemkot bertolak ke Ambarawa untuk melihat kondisi kereta uap kuno itu.

“Kereta uap kuno itu nantinya sebagai cadangan Sepur Kluthuk Jaladara. Besok kami tengok dulu kondisinya seperti apa. Bisa digunakan di Solo atau tidak,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo kepada wartawan, Rabu (22/4).

Menurut Rudy, sapaan akrab walikota, usia kereta uap kuno itu lebih tua daripada Kereta Jaladara. Rencana mendatangkan kereta uap kuno itu juga telah disampaikan dengan Ignasius Jonan kala menjabat Direktur PT Kereta Api Indonesia. Jonan kini menjadi Menteri Perhubungan.

Untuk diketahui, Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta buatan Jerman yang dibuat tahun 1896. Kereta itu dikirim ke Indonesia dan dipergunakan di masa pejajahan Belanda.

Sebagai kereta wisata, kata Rudy, Jaladara memerlukan cadangan. Hal ini mengingat animo masyarakat untuk menggunakan Jaladara juga tinggi.

“Jadi, supaya tidak terforsir perlu ada penggangi. Jaladara itu kan hanya satu sementara usianya sudah ratusan tahun. Kalau satu itu rusak, bagaimana wisatawan yang akan naik, jangan sampai mereka kecewa,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto meminta Pemkot meninjau ulang rencana mendatangkan kereta uap itu. Pasalnya, biaya perawatan kereta uang membutuhkan biaya besar.

“Memang tujuannya untuk memberi efek domino sektor pariwisata. Tapi harus dilihat menyeluruh. Jika menambah kereta beban biaya perawatan dari APBD juga besar,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge