0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Hukum Cita Citata Terus Lanjut

Cita Citata (dok.kapanlagi.com)

Timlo.net – Kasus hukum yang menimpa penyanyi cantik Cita Citata terus berlanjut. Pihak penggugat minta agar dugaan penghinaan ini diselesaikan secara hukum.

“Hari ini kami datangi Polda, ketemu dengan Kepala Unit Cyber Crime, kami dampingi Pak Marthen, Kepala Suku Teluk Cendrawasih minta kelanjutan proses hukum. Jawabannya proses tetap berlanjut, sudah masuk saksi ahli antropologi budaya,” tutur pengacara Marthen V Koirewoa, perwakilan kepala suku Serui, Kepulauan Yapen, Teluk Cendrawasih, Dedi Juniadi, kemarin.

Sebenarnya, Cita Citata sudah meminta maaf ke DPR pada tanggal 18 Februari 2015 silam terkait ucapannya. Kala itu ia disambut oleh beberapa perwakilan yaitu Roberto Ron (DPR Gerindra), William Wandi (DPR Demokrat) dan Pegi Patiti (DPR PKB).

Selain meminta maaf ke DPR, Cita pun merasa siap jika diminta meminta maaf secara langsung ke Papua. Tapi pelapor sendiri minta Cita Citata harus menyelesaikan kasus hukumnya.

“Tadi saya berikan kesaksian. Cita itu harus diproses secara hukum, karena kami dari Papua belum diterima kalau belum dihukum. Dia (Cita) kena sanksi adat, tolong hargai kami,” ucap Marthen.

Pihak Marthen pun mengungkap bahwa Cita Citata saat ini terkena sanksi adat karena dianggap menghina masyarakat Papua. Mereka meminta pertanggung jawaban penyanyi tersebut dengan sejumlah uang senilai Rp 1 Miliar.

Uang sejumlah tersebut bakal berkurang nilainya jika Cita telah minta maaf dan ada kesepakatan kekeluargaan.

“Sanksi adatnya berupa bayar rasa malu kami. Kalau dinilai uang itu Rp 1 Miliar. Itu artinya harga diri kami. Uangnya diserahkan ke suku atau orang yang tidak mampu, atau dibelikan babi atau sapi,” tandasnya.

(kpl/aal/sjw)

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge