0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

218 Desa di Wonogiri Masuk Kategori Jorok

(Ilustrasi) Salah satu kantor desa di Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sebanyak 218 desa/kelurahan atau sekitar 75 persen dari total 294 desa/kelurahan di Kabupaten Wonogiri masuk kategori desa jorok menyusul hasil Monev (monitoring dan evaluasi) program Sanitatasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2015.

“Sedangkan 76 desa/kelurahan lainnya dinyatakan lumayan bersih sehingga belum ada satu pun desa/kelurahan di daerah itu yang bersih,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri, Suprio Haryanto, di sela-sela Fasilitasi Pendampingan STBM oleh Dinkes Jateng di Wonogiri,  Rabu (22/4).

Dijelaskan Suprio, ada lima kegiatan masyarakat  desa/kelurahan yang masuk dalam program STBM  yakni stop buang air besar (BAB) sembarangan, sampah, air minum dan makanan keluarga serta air limbah.

“Dilihat dari kelima kegiatan tersebut ada 218 desa/kelurahan termasuk desa jorok,” jelasnya.

Tahun ini, lanjut dia, Dinkes Jateng siap memfasilitasi pendampingan desa percontohan bebas STBM di Kabupaten Wonogiri yakni Desa Sumberejo (Jatisrono). Sehingga, dalam acara yang digelar di salah satu rmah makan, Rabu (22/4), Kades Sumberejo Kecamatan Jatisrono, Daryanto, memaparkan keberhasilan program STBM.

Dalam upaya meningkatkan peran dan animo masyarakat desa untuk berperilaku sehat seperti halnya program STBM, Pemkab Wonogiri melalui DKK memberi stimulan Rp 700 ribu bagi warga atau KK yang membangun jamban keluarga agar tidak BAB sembarangan.

“Kita targetkan  pada tahun 2017 mendatang Kabupaten Wonogiri sudah bebas STBM,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge