0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Google Nyaris Membeli Perusahaan Mobil Tesla

tesla
Tesla. (Dok: Timlo.net/ The Guardian.)

Timlo.net—Elon Musk hampir menjual perusahaan mobil listrik miliknya, Tesla ke Google. Hal ini terjadi saat perusahaan itu berada di posisi terpuruk. Saat itu, mobil mereka penuh cacat di programnya, penjualan mobil dan saham menurun pada tahun 2013. Hal ini terungkap dari sebuah buku baru.

Tesla merilis sebuah mobil listrik baru pertama, Model S setahun sebelumnya. Mobil ini memiliki banyak fitur mirip atau serupa dengan mobil-mobil mewah. Tapi mobil itu memiliki banyak cacat dalam programnya dan kurang fitur penting seperti sensor parkir atau kontrol radar.

Cacat itu diantaranya pegangan pintu mobil tidak mau terbuka dan sun visor yang menyakitkan mata. Cacat-cacat ini membuat orang menyebut mobil itu menyebalkan. Para pejabat di perusahaan itu merahasiakan situasi buruk ini dari Musk.

Setelah dia tahu yang sebenarnya, dia memecat para pejabat senior, mempromosikan pejabat junior dan mempekerjakan Jerome Guile untuk memperbaiki service center mobil itu. Dia juga menarik anggota staf dari setiap departemen dan memaksa mereka untuk mulai menjual mobil.

Musk juga menghubungi temannya, pendiri Google Larry Page. Dia menjalin kesepakatan kerjasama, Google membeli Tesla seharga $6 miliar. Sejumlah $5 miliar digunakan untuk perluasan pabrik. Musk meminta jaminan Google untuk tidak memecah perusahaan dan membiarkannya menjalankan Tesla selama delapan tahun. Atau hingga mereka bisa memproduksi mobil generasi ketiga.

Beberapa syarat ini membuat kesepakatan itu terhenti lama hingga penjualan mobil Tesla naik. Proses produksi dimulai lagi. Penjualan perusahaan itu di kuartal pertama mencapai $11 juta. Harga sahamnya naik lima kali lipat dan mereka bisa membayar utang serta keluar dari kebangkrutan.

Perusahaan itu selamat hanya dengan simpanan uang tunai untuk dua minggu di bank dan hampir dibeli Google. Semenjak itu, perusahaan itu semakin kuat dan kemudian merambah pasar Eropa, United Kingdom dan Australia.

Sementara itu, Google berniat menciptakan mobilnya sendiri. Mereka membeli startup bisnis mobil dan teknologi robot dan memproduksi prototipe mobil.

Sumber: The Guardian.

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge