0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aturan Baru, Proses Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Mandeg

Pelepasan tanah kas desa Tanjungsari,Banyudono, untuk jalan tol sementara waktu terhenti,menyusul munculnya aturan baru terkait pengadaan tanah untuk kepentingan umum (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Proses ganti rugi proyek jalan tol Solo-Semarag di wilayah Boyolali untuk saat ini terhenti. Hal ini menyusul keluarnya aturan baru. Yakni UU No. 02 tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk pembangunan bagi kepentingan umum.

“Untuk sementara semua proses ganti rugi terhenti, kalau sudah siap akan kita sosialisasikan ke masyarakat,” ungkap Kabag Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah (PUOD) Setda Boyolali, Jaka Diyana, Selasa (21/4).

Sesuai aturan baru, jelasnya, ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) tidak lagi dipegang sekda kabupaten setempat. Namun kini menjadi kewenangan Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi. Sehingga untuk wilayah Boyolali dipegang Kakanwil BPN Jateng. Namun kewenangan bisa didelegasikan ke Kepala BPN Kabupaten.

“Masyarakat sabar dulu, kita juga masih menunggu proses dari pusat,” ujarnya.

Dia menyebutkan, untuk saat ini, aset tanah kas desa yang sudah resmi dilepas untuk proyek tol adalah tanah kas Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel. Kedua tanah kas desa tersebut saat ini sudah mendapatkan tanah penggantinya.

Sementara Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, hingga saat ini belum berani mencari tanah kas pengganti yang bakal terkena proyek tol Solo-Semarang. Meski pihaknya sudah mengajukan pelepasan aset yang kini digunakan untuk kolam lele kepada Gubernur Jateng. Sembari menunggu hal tersebut, warga bakal memanfaatkan kembali kolam yang kini sebagian mangkrak.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge