0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hari Kartini, Perempuan Penambal Ban ini Kenakan Kebaya

Sukini melakukan aktivitasnya di Jalan Cipto Mangunkusumo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Profesi tambal ban ternyata tak didominasi para pria. Kaum perempuan ternyata juga mampu menekuni profesi ini.

Seperti yang dilakukan Sukini. Perempuan yang telah membuka praktek tambal ban selama 49 tahun itu, nampak sangat lincah melayani pelanggannya. Tak hanya membuka jasa tambal ban saja, dirinya juga melayani ganti ban, tambah angin serta pembelian bensin.

“Sejak masih muda, saya sudah menekuni usaha jasa ini,” terang Sukini kepada Timlo.net, Selasa (21/4).

Pada peringatan Hari Kartini ini, perempuan yang membuka lapak tambal ban di Jalan Cipto Mangunkusumo Solo ini mengaku tak ada yang tidak dapat dilakukan oleh perempuan. Termasuk, dalam hal pekerjaan menambal ban. Emansipasi perempuan dia maknai sebagai kesetaraan gender. Terlebih di sulitnya himpitan zaman seperti saat ini.

“Memang saya akui, kebanyakan profesi ini dilakukan oleh pria. Namun, jika saya berdiam diri dan tidak mau menekuni profesi ini maka saya akan makan apa,” ujarnya.

Uniknya lagi, di Hari Kartini yang diperingati seluruh warga negara Indonesia tiap tanggal 21 April, Sukini mengenakan kebaya saat menjalankan aktivitasnya. Meski mengenakan kebaya, namun busana tersebut tak menghalangi dirinya dalam menjalankan aktivitasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge