0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indonesia Bergabung di International Tri-partite Rubber Commission

merdeka.com
Amran Sulaiman (merdeka.com)

¬†Timlo.net — Pertemuan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, dan Menteri Pertanian Vietnam, Hon Cao Duc Phat dilaksanakan saat pertemuan WEF Grow Asia Forum, Minggu (19/4). Pertemuan membahas beberapa hal yang berkaitan dengan pembangunan pertanian di kedua negara.

Menteri Cao Duc Phat menyetujui usulan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk bergabung dengan International Tri-partite Rubber Commission (ITRC), anggota ITRC selama adalah Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Selain itu, Vietnam juga berkomitmen untuk mengembangkan promosi bersama dengan Indonesia dalam penguatan akses pasar karet. Menteri Pertanian kedua Negara juga sepakat untuk mengembangkan promosi bersama untuk produk-produk pertanian, sebagai bagian dari strategi bersama Negara-negara ASEAN untuk menembus pasar komoditas pertanian global.

Di samping itu, Amran Sulaiman berbagi pandangan tentang pentingnya pencapaian swasembada pangan berkelanjutan sebagai strategi utama untuk menjamin ketahanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam hal ini, Menteri Pertanian telah menetapkan target untuk mencapai surplus beras dan swasembada jagung dalam 3 tahun pertama masa jabatannya.

Dia menyadari sepenuhnya bahwa pencapaian target tersebut bukanlah tugas yang mudah. Beberapa kendala utama telah diidentifikasi, antara lain tingginya konversi dan fragmentasi lahan pertanian yang ada, kerusakan infrastruktur pertanian khususnya saluran irigasi, penurunan jumlah buruh tani yang berakibat pada peningkatan upah, kehilangan hasil pasca panen, kurang tepatnya pasokan pupuk dan benih dalam memenuhi rekomendasi spesifik lokasi, terbatasnya akses petani terhadap sumber pembiayaan, dan volatilitas harga produk pertanian, khususnya selama puncak musim panen.

Sebagai bagian dari strateginya untuk mengatasi kendala tersebut, Amran meluncurkan program khusus untuk swasembada pangan berkelanjutan, yang dikenal sebagai Program UPSUS.

“Hanya dalam waktu 5 bulan pelaksanaannya, Program UPSUS telah berhasil mendorong petani untuk meningkatkan produksi tanaman pangan,” paparnya.

Dia menambahkan, kenaikan tersebut telah diperoleh melalui percepatan waktu tanam, peningkatan produktivitas pertanaman, penggunaan irigasi yang lebih efektif dan efisien, peningkatan penggunaan alat dan mesin pertanian, serta peningkatan index pertanaman.

Dengan tren produksi saat ini, lanjut Dia, sangat optimis untuk mencapai surplus produksi beras pada akhir 2015.

Dalam pertemuan bilateral,disamping membicarakan program peningkatan produksi pangan kedua belah pihak juga menjajaki peluang untuk memperkuat kerja sama dalam bentuk promosi bersama untuk produk karet dan kopi. Kementan RI mengangkat isu pergeseran selera konsumen kopi Indonesia kearah varietas kopi speciality yang memiliki kekhasan rasa.

“Indonesia memiliki jumlah varietas kopi specialty yang cukup besar, antara lain Mandailing, Luwak, Gayo, Kintamani, Belium, dan Prianger,” ungkap.

Hal tersebut disambut baik oleh Menteri Cao Duc Phat perihal usulan promosi bersama untuk membuka akses pasar varietas kopi secara optimal ke negara-negara tujuan ekspor potensial.

Khusus untuk komoditas karet, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan nilai tambah, dan menginformasikan kepada Menteri Cao Duc Phat bahwa Indonesia telah mengembangkan hlirisasi produk pertanian, di mana Indonesia telah menghasilkan Rubber Crumb Powder sebagai bahan pembuatan aspal dan beton.

Kedua Menteri sepakat untuk membahas lebih lanjut potensi kolaborasi berbasis komoditas di tingkat teknis antara kedua negara untuk mengatasi berbagai kendala dalam produksi, pengolahan, dan akses pasar komoditas pertanian, sehingga dapat menghasilkan manfaat yang setara bagi kedua negara.

[dan]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge