0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Demi Keamanan, KBRI di Yaman Harus Ditutup

dok`merdeka.com
Fadli Zon, Wakil Ketua DPR (dok`merdeka.com)

Timlo.net — Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak pemerintah melayangkan surat protes kepada pihak yang melakukan pengeboman terhadap KBRI Indonesia di Yaman. Sebab, peristiwa tersebut menjadi pukulan yang keras bagi Indonesia.

“Kemlu harus membuat suatu langkah konkret selain evakuasi sekaligus melakukan protes. Kita harus melayangkan surat protes kepada pelaku karena mereka tahu, perwakilan semua negara termasuk KBRI harus dilindungi,” kata Fadli Zon di Jakarta, Senin (20/4).

Selain itu, Waketum Partai Gerindra ini juga meminta pemerintah untuk menarik dan melakukan penutupan KBRI untuk sementara waktu sampai kondisi di Yaman berangsur kondusif.

“Seluruh warga negara kita ditarik dan dipindahkan ke daerah yang aman. Kemudian KBRI kita harus ditutup sementara karena bisa membahayakan keselamatan para diplomat,” ucapnya.

KBRI di Yaman, terkena efek serangan rudal yang jatuh di dekat gedung. Akibatnya, sebagian bangunan yang beralamatkan di Kota Sana’a ini hancur.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia, yang diterima merdeka.com, Senin (20/4), KBRI Sana’a menginformasikan, saat ini terdapat 17 orang WNI terluka. Mereka terdiri dari staf KBRI Sana’a, anggota tim evakuasi WNI dari Jakarta dan WNI yang sedang mengungsi.

Dua orang staf diplomat dan seorang WNI yang terluka telah mendapatkan pertolongan dan bersama seluruh WNI lainnya sudah dievakuasi ke Wisma Duta di Sana’a untuk segera berupaya menuju ke Hudaidah.

“Kementerian Luar Negeri telah menginstruksikan kepada KBRI dan tim evakuasi di Sana’a untuk segera mengambil langkah yang diperlukan untuk mengamankan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di sana,” demikian isi siaran pers tersebut.

[dan]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge