0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Ajak Semua Pihak Awasi Penjualan Miras

timlo.net/nanin
Ilustrasi minuman keras (timlo.net/nanin)

Boyolali — DPRD Boyolali mendukung munculnya kebijakan baru terkait pelarangan penjualan minuman beralkohol. Seperti yang tertuang dalam Permendag no 6 tahun 2015. Munculnya kebijakan ini akan mengurangi peredaran miras terutama bagi anak-anak dibawah umur.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Komisi IV Agus Ali Rosidi, pelarangan tersebut bisa menekan dampak negative dari miras. Saat ini, yang perlu dilakukan pemerintahan daerah adalah melakuakn pengawasan.

“Jangan sampai tidak ditindaklanjuti dan disepelekan peraturan ini. Saya dukung untuk selamatkan generasi muda,” ujarnya, Senin (20/4)

Sisi positif pelarangan penjualan miras di minimarket ini menurut agus ali adalah penekanan konsumsi pada remaja. Dia menjelaskan, ujian nasional (UN) sudah berakhir. Berarti akan ada euforia kelulusan. Maka dari itu pelarangan mulai tanggal 16 April kemarin dirasa tepat.

“Jangan sampai kelulusan nanti pada minum miras anak-anak,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kalangan orang dan pihak sekolah melakukan pengawasan pada anak-anak setelah un ini. Jangan sampai ada euforia kelulusan berlebihan yang diisi dengan mabuk-mabukan. Selain itu,saat ini yang terpenting adalah implementasi di lapangan oleh pihak terkait. Pasalnya, di lapangan sering ditemukan berbagai pelanggaran. Misal, minuman keras ciu disamarkan dalam jerigen atau botol air mineral.

Kapolres Boyolali AKPB Budi Sartono mengatakan, pihaknya siap bila diminta untuk membantu melakukan pengawasan terkait miras ini.

“Kita siap back up, laporkan saja ke kami bila ada yang nekat menjual miras,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge