0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rekruitmen PPK dan PPS Terancam Minim Peminat

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) Pilkada (dok.merdeka.com)

Solo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo terancam kesulitan mendapatkan personel Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pasalnya, 98 persen PPK dan PPS telah dua kali menjadi PPK dan PPS. Sementara, aturan baru melarang PPK dan PPS yang sudah dua kali menjabat mendaftar dalam perekrutan PPK dan PPS.

“Di PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) No 2/2015 Pasal 18 ayat 1 Point K, PPK dan PPS yang sudah dua kali menjadi PPK dan PPS tidak boleh menjadi PPK dan PPS lagi,” kata Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo kepada wartawan, Senin (20/4).

Agus mengakui, 98 persen PPK dan PPS pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014 lalu telah dua kali menjabat. Dengan kondisi itu, ia belum bisa memprediksi pasti apakah larangan PPK dan PPS mendaftar ketiga kalinya itu akan mengganjal proses perekrutan PPK dan PPS nanti.

“Ya dicoba dulu. Saya tidak menyebut bakal kesuitan. Tetapi secara historis KPU Solo pernah mengalami kesulitan dalam mencari calon anggota PPK dan PPS sebelum ada PKPU 2/2015. Itu terjadi saat Pilkada 2010 dimana KPU melakukan rekkruitmen PPK dan PPS dan ternyata personilnya tidak memenuhi persyaratan dalam aturan. Kemudian KPU akhirnya memperpanjang masa pendaftaran,” terang dia.

Dengan adanya pengalaman sulitnya mendapatkan calon PPK dan PPS, ditambah lagi aturan baru dalam PKPU, Agus mengungkapkan, kali ini pihaknya lebih gencar melakukan sosialisasi perekrutan PPK dan PPS. KPU menyebarkan pengumuman pendaftaran PPK dan PPS hingga ketingkat RW.

“Kalau dulu pengumuman hanya di tempel di kelurajan. Kali ini kita sebar di 700 tempat. Harapannya masyarakat bisa berpartisipasi,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge