0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PSKS Boyolali Bermasalah

Seorang ibu mengenakan perhiasan emas saat mengambil dana PSKS di Balai Desa Bangak,Banyudono (timlo.net/nanin)

Boyolali — Program Simpanan Keluarga Sejahtera ( PSKS) di Boyolali ternyata menimbulkan banyak masalah. Salah satunya, masih banyaknya warga miskin yang belum terkaver dalam PSKS. Terkait hal ini, Dinsosnakertrans Boyolali mengakuinya.

“Iya banyak pengaduan ke kami, paling banyak soal RTS yang menerima PSKS, kita kan masih menggunakan data lama,” ujar Kepala Dinsosnakertrans, Purwanto, Senin (20/4).

Selain masalah itu, dinas juga mendapat pengaduan banyaknya pemotongan yang digunakan untuk pemerataan kepada warga miskin yang tidak mendapat PSKS. Namun, pihaknya akan menindak tegas bila ada pihak desa yang ketahuan melakukan pemotongan dengan dalih sebagai pengganti bensin.

Sementara dari pemantauan di sejumlah lokasi pencairan dana terdapat pemandangan mencengangkan. Sejumlah warga atau rumah tangga sasaran (RTS) datang dengan mengendarai sepeda motor keluaran terbaru dan ada juga yang mengenakan perhiasan emas.

Seperti misalnya pencairan dana PSKS di Balai Desa Bangak dan Balai Desa Jembungan, Banyudono. Ada pula yang membawa dua buah ponsel merek terkenal. Bahkan, ponsel tersebut dikalungkan di leher. Perangkat desa dan petugas terpaksa mengingatkan agar tidak memperlihatkan ponsel dan perhiasan tersebut.

Disisi lain, salah satu warga miskin, Suparno (52) warga Dukuh Jetak, Desa Jembungan, yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini sama sekali tidak menerima PSKS. Suparno mengaku pernah menanyakan hal itu ke perangkat desa setempat, namun dijawab namanya tidak masuk dalam daftar.

“Saya tidak punya motor, tiap hari hanya ikut istri jualan lontong, itu ada tetangga yang punya motor malah dapat,” ujarnya kecewa.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge