0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ranjang Giok Mau Dipecah Jadi Akik

dok.merdeka.com
Ranjang giok peninggalan Dinasti Ming (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Demam batu akik bisa membuat seseorang jadi nekat. Ghani Wido Utomo, pemilik benda bersejarah berupa ranjang giok peninggalan Dinasti Ming hendak dipecah-pecah menjadi perhiasan akik.

Padahal, ranjang itu kini sudah dititipkan di museum Museum Sri Baduga, Bandung. Pecinta sejarah, Kurniawan, saat ini sedang berjuang untuk mempertahankan ranjang seberat kurang lebih 1.560 kilogram tersebut dari pemiliknya.

“Itu semula ranjang itu adanya di Solo, pemiliknya tinggal di Jakarta. Ranjang giok itu warisan. Si pemilik awalnya tidak paham soal batu itu, tidak dirawat. Sempat disewakan ke hotel,” kata Kurniawan, Senin (20/4).

Sekitar tahun 2011, lanjut Kurniawan, Gani mulai sadar tentang tata cara mengurus barang pusaka bernilai budaya. Kurniawan pun membantu Gani untuk memperoleh sertifikat kepemilikan ranjang giok tersebut.

“Diurus kepemilikan ranjang itu sesuai dengan undang-undang. Sama Pemkot Solo, Dinas Pendidikan Yogyakarta diteliti dan ditetapkan sebagai benda budaya. Sebelumnya udah ada kajian soal batu itu,” tutur Kurniawan.

Namun, lantaran biaya perawatan yang mahal, Gani pun disarankan untuk menitipkan ranjang giok lengkap beserta lampunya tersebut ke Museum Sri Baduga, Bandung. Meski dititipkan di museum, namun kepemilikan sah tetap atas nama Ghani Wido Utomo.

Kurniawan mengatakan, sulitnya merawat ranjang giok beserta kelengkapannya tersebut menjadi alasan pemilik berencana memotong batu tersebut untuk dijadikan batu akik yang kemudian dijual.

Pada dasarnya, menurut Kurniawan, Gani mengetahui konsekuensi dari kegiatan merusak barang cagar budaya seperti yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya. Dalam undang-undang tersebut, Gani bisa didenda maksimal Rp 5 Miliar.

Namun, potongan dari ranjang batu giok tersebut apabila dijual, harganya akan jauh melampaui nilai denda yang berlaku.

“Bayangkan saja harga batu giok ukurannya 1.560 kilo,” tutur Kurniawan.

[siw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge