0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2 Perguruan Pencak Silat Bentrok, 1 Luka-Luka

Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Seorang bernama Puji Jatmiko (20) menderita luka-luka, dan tiga orang diamankan di Polres Sragen akibat bentrok dua anggota perguruan pencak silat, di Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Sragen, Minggu (19/4) malam.

”Masalahnya sepele karena ada kesalahpahaman informasi yang tersebar ke masing-masing anggota pencak silat. Kedua belah pihak kami himbau untuk menahan diri,” kata Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri, Senin (20/4).

Kapolres mengungkapkan, bentrokan bermula ketika korban, Puji, yang sebelumnya berguru di Perguruan Kera Sakti memutuskan pindah ke PSHT. Keputusan tersebut menyebabkan kekecewaan dari beberapa pendekar Kera Sakti yang kemudian mendatangi dan menganiaya korban.

“Angota PSHT yang mendapat laporan penyerangan terhadap anggotanya melakukan aksi balas dendam hingga akhirnya terjadi bentrokan,” kata Kapolres AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Menurut Kapolres Sragen, pihanya telah mengamankan tiga anggota PSHT untuk dimintai keterangan terkait bentrokan tersebut. Namun demikian, dia memastikan ada beberapa orang lagi yang ditangkap t,ermasuk pelaku pemukulan terhadap Puji Jatmiko.

”Kami masih dalami dan kembangkan kasus ini, termasuk mengumpulkan beberapa saksi terkait pelaku pengeroyokan,” ujar AKBP Dwi Tunggal Jaladri.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge