0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awasi Dana Desa, Pemkab Terapkan Sistem Komputerisasi

timlo.net/nanin
Kabag Pemdes Boyolali, Arif Wardianta (timlo.net/nanin)

Boyolali – Tingginya nilai bantuan dana desa yang mencapai Rp 72, 5 Milliar bagi 261 desa di Kabupaten Boyolali, dinilai rawan penyimpangan. Untuk mengawasi penggunaan dana desa tersebut, pemkab akan melakukan monitoring dengan pelaporan penggunaan melalui sistim komputerisasi.

”Kami berencana menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengkonsep penerapan aplikasi keuangan untuk pengawasan dana desa. Diharapkan tahun ini aplikasi keuangan tersebut sudah dirintis dan sudah matang diterapkan pada 2016 mendatang,” ungkap Kepala Bagian Pemerintahan Desa Setda Boyolali Arief Wardiyanta, Minggu (19/4).

Rencananya, seluruh desa akan dihubungkan di satu server. Hal ini untuk memantau transaksi dan penggunaan dana desa. Dalam aplikasi tersebut ada acuan pengisian berdasar aturan penggunaan dana desa, semisal besaran penggunaan keuangan untuk jenis transaksi, sehingga akan mencegah penyimpangan. Selain itu, data yang masuk akan bisa langsung di update di kabupaten.

“Dengan sistem seperti ini, nantinya bila ada penyimpangan bisa langsung diketahui lebih awal,” tandasnya.

Diketahui tahun ini, Dana Desa yang akan cair untuk 261 desa di Boyolali sebesar Rp 72,5 miliar. Besaran dana yang dibagi per desa berbeda, dengan konsep 90 persen bagi rata dan 10 persen proposional. Berdasar hitungan baru, dana desa yang akan disalurkan paling rendah Rp 263 juta dan paling tinggi Rp 319 juta.

Selain dana desa yang bersumber dari APBN, tahun ini Pemkab juga mendistribusikan Anggaran Dana Desa (ADD) dari sumber APBD yang besarnya mencapai Rp 100,4 miliar. Konsep distribusinya, 60 persen merata dan 40 persen proposinal. Dimana desa yang menerima paling rendah Rp 302 juta dan paling tinggi Rp 531 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge