0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rudy: Buat Apa La Nyalla Diakui Sebagai Ketum

FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Sabtu (18/4). Dalam KLB ini, nama La Nyalla Mattalitti keluar sebagai pemenang menjabat Ketua Umum PSSI untuk periode 2015-2019.

Akan tetapi pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah memutuskan untuk membekukan PSSI yang dinilai tidak mengindahkan arahan Menpora selama ini.

Dasar pembekuan tersebut mengacu pada tidak diindahkannya SP1, SP2 dan SP3 oleh PSSI yang jatuh tempo pada tanggal 17 April 2015 jam 18.40 WIB. Dengan turunnya surat pembekuan tersebut bisa dikatakan sebagai langkah tegas dari pemerintah.

Apalagi selama ini Kemenpora memang sedang konsentrasi dalam memantau persepakbolaan nasional dan bahkan membentuk Tim Sembilan. Dalam surat dengan nomor 01307 tahun 2015 yang ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi per tanggal 17 April itu ada beberapa poin yang menyangkut dengan pembekuan.

Diantaranya adalah pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan yang dilakukan oleh PSSI. Dengan kondisi tersebut, pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah termasuk kepolisian tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaan.

Langkah pemerintah yang akan dilakukan setelah ada pembekuan adalah membentuk Tim Transisi yang akan mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai dengan terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.

Walikota Solo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi KLB PSSI 2009, FX Hadi Rudyatmo secara terang-terangan mendukung penuh sikap Menpora Imam Nahrawi atas pembekuan terhadap PSSI. Menurutnya, PSSI memang harus dibekukan bahkan sejak dahulu bukan hanya saat ini.

“Ya jelas bahwa kepengurusan PSSI hasil di Surabaya tadi siang itu tidak sah. Lha wong tidak ada persetujuan dari Menpora. Bahkan Menpora justru membekukan PSSI. Ya buat apa La Nyalla diakui sebagai Ketumnya,” terang pria yang akrab disapa Rudy ini di sela-sela menyaksikan anugerah pewarta foto Indonesia di Balai Soedjatmoko, Sabtu malam.

Rudy juga mengaku tidak habis habis pikir dengan sikap PSSI yang masih ngotot selalu menginduk ke FIFA dan bukan kepada pemerintah. Menurutnya, La Nyalla dkk tak memiliki rasa membela negara sendiri kalau tidak mengindahkan arahan pemerintah.

Apalagi ditambahkannya selama ini PSSI selalu menggunakan fasitilas dan peran negara, selama melakukan aktifitas sepak bola di negeri sendiri.

“Ya monggo silahkan nginduk ke FIFA sana, berarti mereka tidak punya rasa nasionalis kepada negaranya sendiri. PSSI itu hadir untuk negara, berarti ya pemerintah harus ditaati,” imbuh Rudy.

Rudy berpesan kepada Menpora agar melakukan pembentukan pengurus PSSI yang baru, mengingat hasil di Surabaya tidak sah.

“Selanjutnya Menpora harus membentuk kepengurusan PSSI yang baru, sah, dan lebih berkompeten. Masak, dari 250 juta warga Indonesia, mencari 22 orang yang benar-benar mau bekerja untuk kemajuan sepak bola Indonesia tidak ada,” pungkas eks Ketua Umum Persis Solo ini.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge