0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganjar Kesengsem Batik Dewi Arum

Timlo.net - Agung
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengunjungi Industri Batik Dewi Arum di Dukuh Kuyung RT 1, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sabtu (18/4). (Timlo.net - Agung)

Sragen – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meninjau tiga Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Sragen, Sabtu (18/4). Ketiga tempat itu adalah Wayang Beber di Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Industri Batik Dewi Arum di Dukuh Kuyung RT 1, Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran dan Wayang Noyontoko di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang.

Saat mengunjungi Industri Batik Dewi Arum, Ganjar memuji inovasi dan kreativitas yang ditunjukkan perajin batik di Sragen. Menurutnya, pertumbuhan produksi batik di wilayah soloraya cukup pesat dengan diakuinya batik sebagai warisan budaya bangsa.

“Sekarang mayoritas masyarakat sudah mengenal dan menggunakan batik dengan model apa pun. Saya tertarik pertumbuhan di Sragen, sangat inovatif. Inovasi seperti ini harus terus dikembangkan,” kata Ganjar.

Sementara, Bupati Sragen Agus Fachtur Rahman menilai potensi IKM bidang kerajinan dan budaya di Sragen cukup melimpah. Dengan kehadiran Ganjar di Sragen diharapkan bisa mendorong daya kreativitas pengrajin untuk menciptakan inovasi dalam hal kreativitas.

“Kepedulian gubernur terhadap kebudayaan Indonesia harus diapresiasi. Pemkab telah memberikan bantuan modal melalui Disperinkop (Dinas Perindustrian, Koperasi), meskipun jumlahnya tidak banyak,” kata Bupati Agus.

Pemilik IKM Dewi Arum, Sumarsono (49) mengaku tiap bulan batiknya mampu menghasilkan omzet Rp 500 Juta hingga Rp 1 Miliar. Untuk penjualan, batiknya di kirim ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan, Palu, Maluku, Bali, Sumatera hingga diekspor ke Malaysia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge