0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konflik Persebaya, Bonek Minta Bu Risma Turun Tangan

dok.merdeka.com
Bonekmania kepung lokasi Kongres PSSI (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Selain meminta pembekuan PSSI dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, para suporter Persebaya 1927 atau yang dikenal dengan Bonekmania juga meminta Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini turun tangan menyelesaikan konflik dualisme Persebaya Surabaya.

“Dolor-dolor (saudara-saudara), kita aksi bukan untuk bertindak anarkis. Kita masih mencintai Kota Surabaya. Kita minta Bu Risma untuk segera menyelesaikan masalah Persebaya. Jangan hanya ngurusi taman saja,” teriak salah satu orator.

Selama lima tahun konflik Persebaya, para Bonekmania ini berharap masalah Persebaya segera selesai. Bahkan, demi sebuah penyelesaian itu, Bonek siap berhadap-hadapan dengan siapa-pun.

“Kita siap berhadap-hadapan dengan Pemuda Pancasila. Sebab, dualisme Persebaya harus segera selesai. Kita tunggu Bu Risma datang ke sini. Kita di sini, supaya Bu Risma bisa melihat, agar matanya melihat, tidak diam saja,” kata orator dengan logat Suroboyoan.

“Ada bonek dibacok, Bu Risma diam saja. Katanya membela arek Suroboyo, kok diam saja warganya dibacok orang,” katanya lagi.

Ratusan suporter Persebaya ini, juga terus menebar ancaman akan terus memblokade Jalan Embong Malang, Surabaya sampai pembekuan PSSI dilakukan Menpora. “Salam satu nyali, salam satu nyali, Allahu Akbar!” teriaknya dengan heroik.

Para Bonekmania juga menurunkan dan membakar spanduk tulisan: “Bonek Sukseskan Kongres PSSI,” yang terpasang di jembatan penyeberangan Jalan Embong Malang. Mereka menengarai, spanduk berukuran besar itu dibuat Bonek versi Persebaya tandingan.

Seperti diketahui, hari ini, di Hotel JW Marriott Jalan Embong Malang, PSSI menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Di kongres itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak hadir. Menpora Imam Nahrawi juga enggan menghadiri undangan, karena menilai Surabaya tidak kondusif.

Sementara dalam aksi damai itu, ratusan polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur dibantu personel TNI dan Banser ikut mengamankan aksi. Polisi membentuk pagar betis dan menutup Embong Malang dengan kawat berduri.

Selain itu, sejumlah kendaraan taktis milik polisi, juga disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi. [bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge