0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak KLB PSSI, Bonek Klaim Didukung PBNU dan GP Ansor

dok.merdeka.com
Bonekmania kepung lokasi Kongres PSSI di Surabaya (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Suporter Persebaya 1927, Bonekmania mengklaim aksinya mendapat restu dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Termasuk mendapat dukungan dari GP Ansor, salah satu badan otonom. Para Bonekmania hingga siang ini mengepung Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur, tempat digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, Sabtu (18/4).

“Kawan-kawan, Kamis malam kawan kita, Siti Nasiah (Ita), Andi Peci dan beberapa rekan kita yang lain, datang ke PBNU. Ini pertama kali Bonek datang ke PBNU. Kita mendapat dukungan PBNU, GP Ansor. Imam Nahrawi, Menpora adalah kader NU, jika disakiti maka akan marah,” kata salah satu orator aksi.

Sementara itu, rilis GP Ansor yang diterima merdeka.com hari ini, menyebut: Masalah sepakbola Indonesia bukan hanya alih kepemimpinan PSSI. Mari berpikir jernih dan menyatukan tekad untuk secara tulus memperbaiki sepakbola Indonesia.

Pergantian pengurus tidak menjamin terciptanya iklim sepakbola Indonesia yang kondusif, agenda pembenahan kompetisi sepakbola Indonesia dan adanya pondasi sepakbola Indonesia yang kredibel, transparan dan akuntabel.

Dengan ini Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung langkah pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia untuk kemajuan Sepakbola Tanah Air dengan menghentikan Praktek Mafia di tubuh persepakbolaan Indonesia (PSSI).

2. GP Ansor – Banser Jawa Timur siap mengawal Menpora untuk tegas terhadap PSSI.

3. Stop gesekan antar supporter sepakbola di Indonesia.

4. Mengutuk premanisme dalam tubuh sepakbola Indonesia.

5. Tingkatkan kesejahteraan Pemain Sepakbola dan Atlet Olahraga di Indonesia.

Kepengurusan PSSI harus untuk lebih mengutamakan kepentingan sepakbola Indonesia, daripada sekedar mencari kekuasaan.

Majulah sepakbola Indonesia!

“Demikian Pernyataan ini saya sampaikan untuk kita tegakkan bersama-sama,” tulis Sekertaris PW GP Ansor Jawa Timur, H Ahmad Tamim dalam rilisnya.

Di sela aksi, salah satu Bonekmania membawa ular piton. Bahkan, ular sepanjang sekitar 3 meter itu, digunakan foto bersama antara seorang anggota polisi, ular dan sang pemiliknya. “Foto-foto….eit,” kejut si polisi saat kepala piton itu menggeliat.

Aksi foto-foto selfie itu, seolah tak terpengaruh dengan aksi para Bonek menolak KLB PSSI 2015 di Hotel JW Marriott. “Dolor-dolor, kita akan bertahan di sini sampai kapan-pun, sampai Menpora (Imam Nahrowi) membuat surat tertulis PSSI dibekukan,” teriak salah satu orator, Siti Nasiah alias Ita.

Sementara itu, ratusan personel polisi dari Polrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur, mengawal ketat lokasi kongres. Selain membentuk pagar betis, polisi juga memasang kawat berdiri di tengah-tengah Jalan Embong Malang dan menyiagakan beberapa kendaraan taktis.

Tak hanya Polisi dan TNI ikut melakukan pengawalan. Puluhan angoota GP Ansor Jawa Timur juga ikut mengawal jalannya aksi para suporter Persebaya 1927 itu. [bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge