0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ueeenaaknya…. Gule Kepala Gajah

Gule Kepala Gajah menu khas Desa Tanjungsari, Banyudono, Boyolali, perporsi dijual Rp 15 ribu. (timlo.net/nanin)

Boyolali — Gule Kepala Gajah, mendengar namanya, pasti yang terbayang adalah masakan berkuah santan dengan kepala si hidung panjang alias gajah. Uppss…jangan salah, gule kepala gajah hanya sebutanya saja. Aslinya, gule ini menggunakan kepala ikan lele yang besar sekali. Kepala Ikan lele yang digunakan berusia satu tahun dengan berat 2 kilogram hingga 4 kilogram, kebayang kan besarnya si kumis ini?

Awalnya, pertama kali disajikan,kita pasti akan kebingungan bagaimana memulai menyantap dengan melihat ukuran kepala ikan lele yang super jumbo. Jangan bingung, anda bisa menikmatinya dengan menggunakan sendok atau tangan. Balutan kuah santan di kepala lele dan lembutnya daging serta aroma rempah-rempah membuat penasaran untuk segera menyantapnya.

“Awalnya kaget, ini kepala kok besar sekali, gimana cara makanya,” ujar Jarot sambil tertawa, salah satu pembeli yang penasaran dengan Gule Kepala Gajah, Jumat (17/04).

Salah satu pengelola warung makan Sri Bening, Desa Tanjungsari, Banyudono,yang menyajikan menu gule kepala gajah, Suwarti, ide pembuatan gule kepala lele ini berawal dari masih minimnya masyarakat yang mengkonsumsi ikan lele indukan yang berumur 1 tahuan. Biasanya, masyarakat enggan memakan ikan lele dengan ukuran jumbo ini.

“Kalau lelenya sudah usia satu tahun kan dagingnya sudah tidak enak, biasanya hanya digoreng, banyak yang tidak suka. Kita coba kembangkan dengan kuah rempah-rempah, ternyata banyak yang suka,” ungkap Suwarti ditemui di warungnya, Jumat (17/4).

Dipilihnya nama Kepala Gajah, agar lebih menarik sehingga membuat pengunjung menjadi penasaran.

Nah, cara pengolahan gule kepala gajah inipun tidaklah sulit. Pertama-tama, sebelum diambil kepalanya, ikan lele direndam dalam air es agar lemas selama 30 menit. Setelah itu, dipotong dibagian kepala dan dikukus selama 45 menit. Untung menghilangkan bau amis, saat mengukus diberi rempah salam dan sere serta garam.

“Barulah dimasak dengan bumbu rempah-rempah,enak bila dimakan masih hangat,” imbuhnya.

Satu porsi gule kepala gajah ini dijual Rp 15 ribu. Sejumlah pengunjung dari luar kota, seperti Demak, Purwodadi, Magelang dan Solo, yang penasaran pernah mendatangi warung makan yang terletak di timur Balai Desa Tanjungsari, Banyudono. Selain gule kepala gajah, daging lele jumbo juga diolah menjadi mangut lele.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge