0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pancaroba, Waspada Badai dan Kabut di Puncak Merapi

timlo.net/nanin
Waspada badai dan angin kencang di lereng Gunung Merapi memasuki pergantian musim (timlo.net/nanin)

Boyolali — Menjelang libur akhir pekan bersamaan dengan selesainya ujian nasional tingkat SMA, jumlah pendaki ke Gunung Merapi akan mengalami peningkatan. Namun, pendaki dihimbau untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap kabut dan badai serta angin kencang di Puncak Merapi.

“Warga sini biasa menyebutnya grubukan, biasanya muncul saat peralihan musim penghujan ke kemarau, pancaroba,” ujar Anggota Jalin Merapi Selo, Mujianto, Jumat (17/4).

Badai dan angin kencang di puncak, kata dia, berpotensi mengakibatkan pendaki tersesat dan terkena hipotermia. Bila terkena hipothermia dan tidak kunjung segera mendapatkan penangganan, bisa mengakibatkan kematian. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar pendaki membawa perlengapan yang lengkap, seperti baju hangat. Selain itu, juga membawa perbekalan yang mencukupi.

“Jangan hanya membawa mie instans dan air mineral saja,” tandasnya.

Selain itu untuk berhenti, bila ditengah pendakian terjadi badai dan kabut tebal. Pendakian bisa kembali dilakukan bila badai sudah pergi. Pasalnya bila nekat melakukan pendakian saat badai, beresiko akan tersesat.

“Atau kalau memang tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan, sebaiknya nge-camp saja,” himbaunya.

Pihaknya juga selalu melakukan patroli dan pantauan dari jaringan lokal yang ada di Selo untuk memantau para pendaki Merapi. Jumlah pendaki Merapi satu bulan ini mencapai ribuan orang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge