0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perusahaan yang Tak Ijinkan Karyawan UN Belum Terlacak

(Ilustrasi) Pelaksanaan UN Kejar Paket C (dok.timlo.net/tarmuji)

Karanganyar – Terkait tidak ijinkannya sejumlah peserta Ujian Nasional (UN) program penyetaraan Paket C oleh tempatnya bekerja, sejauh ini, pihak Dinsosnakertrans Karanganyar belum mengantongi data perusahaan mana saja yang tak memberi izin karyawannya tersebut.

“Kami akan segera melakukan pendataan dan mengupayakan dispensasi bagi karyawan tersebut,” kata Kabid Pembinaan dan Pengawasan Dinsosnakertrans Karanganyar, Sri Wibowo saat dihubungi wartawan, Kamis (16/4).

Sri Wibowo menambahkan, pihaknya akan berupaya mendapatkan ijin dari perusahaan bersangkutan termasuk mengupayakan pendekatan personal agar upah tetap dibayar atau opsi pergantian shift kerja. Saat ini, tambah Sri
Wibowo, memang belum ada cuti untuk karyawan yang melaksanakan UN.

“Kami usahakan karyawan tersebut bisa ikut ujian susulan yang dilaksanakan pertengahan bulan Mei mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Wibowo menjelaskan, dari data awal yang dimilikinya, total 508 peserta UN program penyetaraan Kejar Paket C, pihaknya mencatat sebanyak 52 peserta absen dengan berbagai alasan. Tiga di antaranya, diketahui absen lantaran tak mendapat izin perusahaan. Sedangkan sisanya, karena alasan pribadi mulai dari sakit, operasi, menikah hingga berada di luar kota.

Sementara itu, Kepala Dikpora Karanganyar, Sutarno berjanji akan mengirim surat ke perusahaan-perusahaan yang tidak mengizinkan karyawannya mengikuti UN Kejar Paket C.

“Masih ada ujian susulan nanti. Jadi masih ada kesempatan. Kami akan tembusi perusahaan untuk memberikan izin,” tegasnya.

Apa saja perusahaan tersebut, Sutarno mengaku belum mengetahui. “Kami akan lacak perusahaannya,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge