0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemoterapi Hapus Sidik Jari Wanita Ini

sidik jari menghilang
Sidik jari menghilang (Dok: Timlo.net/ Daily Mail.)

Timlo.net—Seorang pasien kanker terkejut saat mendapati bahwa sidik jarinya telah hilang. Wanita itu sadar akan hal ini saat dia ditolak saat melakukan transaksi bank karena sidik jarinya tidak bisa dikenali.

Wanita berusia 65 tahun itu telah menerima perawatan untuk kanker payudara tahap keempat selama tiga bulan. Sebagai bagian dari perawatan kanker, dia menjalani kemoterapi. Penyelidikan terhadap kasusnya, menentukan bahwa sidik jarinya menghilang. Para dokter menyimpulkan bahwa sebuah obat kanker umum, capecitabine adalah penyebabnya.

Penelitian tentang kasusnya, diterbitkan di the New England Journal of Medicine. Dalam jurnal itu, terungkap bahwa sang wanita menderita sindrom hand-foot, sebuah efek samping kemoterapi. Para pasien yang menderita sindrom ini biasanya mengeluh rasa sakit, bengkak dan kemerahan di telapak tangan mereka atau di telapak kaki.

Sindrom ini bisa menyebabkan kulit mengelupas, berdarah atau melepuh, di mana seiring waktu bisa mengakibatkan kehilangan sidik jari. Sindrom hand-foot disebut sebagai efek samping dari obat capecitabine, berarti 10 orang setiap 100 pasien bisa menderita kondisi ini.

Setelah wanita itu menjalani perawatan kemoterapi tahap ketiga, gejala-gejalanya memburuk, sehingga dia tidak bisa merawat diri. Dokter merawat wanita itu setelah tes mengungkap adanya pengurangan aktivitasi metabolis hingga 50 persen pada tumor paru-paru. Mereka menunda pemberian capecitabine, dan memberikan obat itu dalam dosis yang rendah.

Kasus yang sama pernah dilaporkan oleh jurnal Annals of Oncology edisi 2009, di mana seorang pria ditahan pihak imigrasi Amerika Serikat (AS) selama empat jam sebelum diizinkan memasuki negara itu. Hal ini karena para petugas kesulitan membaca sidik jarinya.

Pria berusia 62 tahun itu menderita kanker kepala dan leher yang telah menyebar, tapi merespon dengan baik terhadap kemoterapi. Dia diberikan capecitabine dalam dosis rendah untuk mencegah kembalinya kankernya. Pada Desember 2008, setelah tiga tahun mengkonsumsi obat, dia terbang ke AS untuk mengunjungi kerabatnya. Dia tidak sadar bahwa sidik jarinya hilang.

Dokter pasien itu, Eng-Huat Tan, dari National Cancer Centre di Singapura berkata: “Dia ditahan di bandara selama empat jam karena petugas imigrasi tidak bisa mendeteksi sidik jarinya. Dia diizinkan untuk masuk ke negara itu setelah petugas yakin dia bukanlah ancaman keamanan. Dia disarankan untuk berwisata dengan sebuah surat dari onkologis menyatakan kondisinya dan perawatan yang dia terima yang menyebabkan hilangnya sidik jari.”

Waktu itu, Dr. Tan menyarankan bahwa semua pasien yang mengkonsumsi obat ini, harus membawa catatan dari dokter saat mereka berpergian.

Sumber: Daily Mail.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge