0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

80 TKI di Malaysia Diusir Melalui Nunukan

Penggerebekan TKI ilegal (merdeka.com)

Timlo.net — Pemerintah Kerajaan Malaysia kembali mengusir 80 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Negeri Sabah melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pengusiran dilakukan lantaran para TKI tersebut tidak mampu menunjukkan kelengkapan dokumen keimigrasian (paspor).

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution mengatakan bahwa berdasarkan berita acara serah terima TKI deportasi (dipulangkan) nomor 184/Kons/IV/2015 tertanggal 16 April 2015 dari Konsulat RI Tawau, Malaysia sebagian besar TKI diusir karena pelanggaran imigrasi.

“Karena kasus pelanggaran keimigrasian,” kata Nasution, Kamis (16/4).

Nasution mengungkapkan, 80 TKI yang dipulangkan kali ini bekerja di wilayah Sandakan Negeri Sabah terdiri 58 laki-laki dan 22 perempuan. “Pelanggaran keimigrasian sebanyak 71 orang, tujuh orang kasus kriminal umum dan dua orang kasus narkoba,” tutur Nasution.

80 TKI yang dipulangkan itu tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan sekitar pukul 18.00 Wita, menumpang kapal angkutan resmi KM Labuan Ekspres V dengan pengawalan Konsulat RI Tawau.

Salah seorang TKI yang dipulangkan bernama Samsuddin bin Haris (41) mengaku diganjar hukuman selama empat bulan lebih di Pusat Tahanan Sementara (PTS) Sibuga Sandakan karena kasus pelanggaran keimigrasian.

Pria yang mengaku berasal dari Kabupaten Bone, Sulsel ini sehari-hari bekerja sebagai sopir truk di Keningau Kota Kinabalu. Dia ditangkap aparat gabungan dari imigrasi dan aparat kepolisian Malaysia saat sedang mengangkut bahan bangunan.

Berdasarkan data BP3TKI dan kepolisian Kabupaten Nunukan yang melakukan pendataan terhadap 80 TKI yang dideportasi itu, sebanyak 32 orang masuk ke Malaysia menggunakan paspor lawatan, menggunakan paspor TKI (24 halaman) sebanyak 13 orang dan pas lintas batas (PLB) sebanyak satu orang.

Kemudian yang memilih pulang ke kampung halamannya sebanyak 13 orang, mencari pekerjaan di Kabupaten Nunukan (17) dan ingin kembali di Malaysia sebanyak 50 orang dengan berbagai alasan.

[siw]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge