0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemampuan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Mesti Ditingkatkan

timlo.net/tyo eka
(timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo – Ketika globalisasi sudah tidak dapat ditolak lagi, maka pilihan untuk survive adalah dengan menerima globalisasi tersebut, Sehingga tidak hanya menerima budaya asing, tetapi ikut mempengaruhi dan mewarnai dunia.

“Pertanyaannya kemana internasionalisasi Muhammadiyah itu akan dibawa ? Disinilah pentingnya pembuatan road map,” jelas peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Najib Nurhani, PhD saat berbicara Merumuskan Road Map Internasionalisasi Muhammadiyah, di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kartasura, Sukoharjo, Kamis (16/4).

Untuk membuat roadmap, kata Najib, maka diperlukan data tentang kekuatan yang dimiliki sekarang dan yang sekarang sedang dikerjakan, Untuk membuat road map, harus tahu juga apa final destination atau final goal dari proses internasionalisasi.

“Apakah Muhammadiyah ingin on par dengan Ghulen Movement atau dengan Ikhwanul Muslimin ? Dari mana memulai ?” jelasnya.

Jika pilihannya adalah menyebarkan tiga gerakan Muhammadiyah awal, maka negara yang menjadi sasaran utama mestinya bukanlah negara-negara yang sudah maju. Tapi negara yang lebih terbelakang dari Indonesia atau paling tidak masih selevel dengan Indonesia dalam tingkat kemajuan dan kesejahteraannya.

Jika tujuan dari internasionalisasi itu terutama untuk melawan inferiority compleks dari umat Islam Indonesia ketka berhadapan dengan komunitas Muslim Internasional, maka kemampuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang mestinya ditingkatkan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge