0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rencana Mau Dibangun, Eh.. Malah Ambrol Duluan

Jembatan Kembang penghubung Desa Musuk dan Desa Jetis di Kecamatan Sambirejo roboh lantaran diterjang banjir, Kamis (16/4) sekira pukul 00.15 WIB. (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Dengan putusnya Jembatan Musuk yang menghubungkan antara Desa Musuk dan Desa Jetis Kecamatan sambirejo, sementara ini warga yang tinggal di kedua desa menggunakan jembatan lainnya yang bisa dilewati di Desa Jetis. Camat Sambirejo, Suhariyanto mengatakan, Jembatan Musuk bukan satu-satunya akses penghubung kedua desa.

“Masih ada satu jembatan lain di Desa Jetis yang bisa dilewati. Jembatan Kembang itu sebenarnya hanya untuk akses warga yang tinggal di Dukuh Sejeruk, Desa Musuk dan Dukuh Kembang, Desa Jetis. Hanya itu satu-satunya jalan untuk akses kedua desa setelah Jembatan Musuk putus,” kata Suhariyanto ketika ditemui Timlo.net di ruang kerjaanya, Kamis (16/4).

Hariyanto menjelaskan, sebenarnya pemerintah sendiri telah mengupayakan pembuatan jembatan baru untuk akses kedua desa. Hanya saja lokasinya memang tidak berada di jembatan yang sekarang telah ambrol.

“Kalau dibangun di lokasi yang sama percuma, sebab tanah di sana labil. Banyak rumah warga retak-retak karena tanah bergerk. Makanya kita merencanakan dibangun jembatan di lokasi berbeda,” jelasnya.

Saat ini antara Desa Musuk dan Desa Jetis memang belum menemukan titik temu lokasi mana yang bakal dipakai. Karena itu nanti menyangkut tanah warga yang kemungkinan juga bakal terkena untuk akses jalan menuju jembatan.

Haryanto menambahkan, untuk rencana pembangunan jembatan baru tersebut Pemkab Sragen juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar dalam APBD tahun 2016.

“Namun belum sampai jembatan baru dibangun tahun 2016 nanti, sudah putus terlebih dahulu,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge