0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanah Longsor, Ratusan KK Manyaran Terisolir

Dok.Timlo.net/ Tarmuji
(Ilustrasi) tanah longsor di wilayah Kabupaten Wonogiri (Dok.Timlo.net/ Tarmuji)

Wonogiri — Tak henti-hentinya wilayah Wonogiri digoyang bencana alam. Hal itu terbukti dari adanya sejumlah longsor terjadi bersamaan hanya dalam satu malam. Tanah longsor itu terjadi di dua desa, yakni Desa Bero dan Kepuhsari,┬áKecamatan Manyaran, Rabu (15/4). Akibatnya, longsoran material menimpa di lima titik sekaligus. Kerugian mencapai ratusan juta rupiah, sementara ratusan kepala keluarga (KK) pun terisolir.

“Kejadiannya sekitar pukul 23.00 WIB, menimpa kandang ternak, pagar rumah, talud serta badan jalan,” terang Kepala Desa (Kades) Kepuhsari, Sularjo, saat dikonfirmasi wartawan via telepon, Kamis (16/4).

Dijelaskan, longsor di tebing sungai itu juga menyebabkan ancaman lain. Jalan utama Desa Kepuhsari terancam hilang tergerus aliran sungai Oya yang membelah desa. Jika sampai hal itu terjadi, perekonimian dipastikan lumpuh, lantaran akses terputus. Lantaran itu pihaknya meminta ada perhatian lebih dari pemerintah setempat.

“Paling parah adalah longsor di tebing sungai Oya. Sebab menyebabkan tanah bengkok perangkat desa lenyap terbawa arus. Kerugian akibat longsor tebing ini sekitar Rp 100 juta,” jelas Sularjo.

Pada waktu bersamaan, longsor melanda Desa Bero. Jalan pengubung Dusun Banasan dengan Dusun Bero, ambrol dan menutup jalan di bawahnya. Secara total jalan tidak bisa lagi dilalui. Ironisnya, tidak ada jalur alternatif selain jalan yang hingga kini tertutup material longsor itu.

“Sekitar 100 KK di Dusun Banasan terisolir. Karena jalan satu-satunya sudah tidak bisa lagi dilalui, tertutup longsor sepanjang 10 meter dan ketinggian 4 meter,” tutur Kades Bero, Roh Edi Wibowo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge