0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Inspektorat Boyolali Dalami Kasus Tunggakan Jamkesda

Inspektorat Daerah Boyolali masih melakukan pendalaman terkait kasus tunggakan dana jamkesda Dinkes ke puskesmas di Kabupaten Boyolali (dok.timlomnet/nanin)
Boyolali —  Inspektorat Daerah Kabupaten Boyolali, masih melakukan pendalaman terkait dengan tunggakan klaim jamkesda tahun 2013-2014  ke Puskesmas oleh Dinas Kesehatan setempat. Inspektorat akan mempertemukan kedua belah pihak untuk mengkaji bersama permasalahan tersebut.
“Banyak aspek dan data yang harus kita dalami untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ungkap Kepala Inspektorat Daerah Boyolali, Widodo Munir, Kamis (16/4).
Selain memperhatikan masukan dan keluhan dari seluruh Puskesmas, aspek data dan aspek hukum juga perlu ditelaah dan dikaji bersama-sama antara kedua belah pihak, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas. Dalam waktu dekat, pihaknya  akan mengambil sikap untuk menindaklanjuti permasalahan tunggakan Jamkesda.“Kita belum melangkah, tinggal tunggu waktu, permasalahan ini tetap akan kita tindak lanjuti,” imbuhnya.

Munir juga mengakui, permasalahan utang Jamkesda kepada Puskesmas sudah masuk dalam agenda Inspektorat. Bahkan rencananya, Jumat [17/4], Inspektorat bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendapatan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) mengumpulkan beberapa perwakilan Puskesmas membahas kembali masalah utang Jamkesda ini.

“Intinya pihak Puskesmas ingin klaim tunggakan tersebut bisa segera dicairikan,” katanya.

Seperti diketahui, permasalahan ini mencuat adanya tunggakan dana Jamkesda ke Puskesmas. Tahun 2013 nilai tunggakan senilai Rp 7,3 miliar. Di tahun 2014, Dinkes hanya mencairkan klaim Jamkesda senilai Rp 4,5 miliar dan masih ada Rp 12 miliar yang belum cair.

“Keuangan tidak masalah, cuma bila dana Jamkesda cair, sementara data belum valid, siapa nanti yang akan bertanggung jawab,” imbuhnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge