0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Tawuran di Cengklik Kabur, Polisi Terjunkan Tim

dok.merdeka.com
Ilustrasi tawuran (dok.merdeka.com)

Boyolali — Korban tawuran di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali, yang juga ditetapkan sebagai tersangka, melarikan diri. Tersangka, Yulianto alias Lampor, warga Dukuh Tegalrejo, Desa Ngesep, Ngemplak, saat ini menjadi
buronan pihak berwajib Polres Boyolali.

“Kita sudah terjunkan tim untuk memburu tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Budiarta, Kamis (16/4).

Dijelaskan, penetapam Yulianto sebagai tersangka, yang bersangkutan diketahu membawa senjata tajam yang menjadi pemicu bentrokan akhir Maret lalu. Pihaknya baru menetapkan status korban menjadi tersangka baru-baru
ini dan belum melakukan penahanan. Pasalnya, saat itu tersangka masih dirawat di rumah sakit karena menderita luka parah.

“Begitu sembuh dari luka-lukanya, malah melarikan diri,” imbuhnya.

Terkait itu, AKP Budiarta menyatakan, pihaknya sudah mengerahkan tim untuk melakukan pengejaran. Tim memburu tersangka ke sejumlah lokasi. Antara lain ke kediamannya dan lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya. Petugas melakukan pelacakan di rumah tersangka di Ngemplak, namun ternyata sudah
digusur. Begitu juga di rumahnya di Jaten, Karanganyar dan Tegalrejo, Cengklik, namun tersangka tidak pulang. Meski tersangka mencoba menghilangkan jejak, polisi belum menetapkannya sebagai buron. Pihaknya masih melakukan pengejaran untuk meringkus tersangka.

“Kita terus cari di lokasi yang diduga menjadi persembuyianya,” tandasnya.

Dijelaskan, sebelum bentrok terjadi, Lampor dalam kondisi mabuk dan membawa pedang, berselisih dengan dua warga Desa Ngargorejo di Waduk Cengklik. Yakni tersangka Fajar dan Rizal. Fajar dan Rizal melawan dan mengeroyok Lampor hingga luka-luka.

Pengeroyokan pada Lampor membuat banyak warga Tegalrejo, Desa Ngesrep marah dan akhirnya melakukan penyerangan ke Desa Ngargorejo. Penyerangan berujung bentrok antar kedua warga desa.

“Tersangka kita jerat  undang-undang darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang sajam,” ujar Budiarto.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge