0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gunakan Data 2011, Penyebab PSKS Salah Sasaran

Sutarni (85), berdiri di depan rumahnya, Kampung Kuwungsari RT 03/RW 20, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Selasa (14/4). (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Banyaknya warga miskin di Kabupaten Sragen yang tidak memeroleh Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) membuat keprihatinan di kalangan legislatif. Wakil Ketua DPRD Sragen, Dedy Endriyatno mengaku heran karena pemberian PSKS masih menggunakan data tahun 2011 lalu. Hal ini menjadi penyebab penerima PSKS salah sasaran.

“Karena sebelumnya saya bertemu dengan Sekda dan Bappeda sudah terdapat data penerima yang baru. Kenapa tidak dijalankan?,” sebut Dedy saat dihubungi wartawan, Rabu (15/4).

Dedy mengungkapkan, telah mendapat laporan jika kasus salah sasaran tersebut tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Sragen. Bahkan dia menemukan adanya praktik nepotisme dalam penyaluran PSKS.

“Jadi di kecamatan-kecamatan itu yang mendapat bantuan dana ada unsur kedekatan dengan petugas penyaluran. Ini sama saja melanggar aturan dan harus ada tindakan tegas,” tandasnya.

Tak tepatnya penerima PSKS itu muncul setelah Sutarni (85) dan Harmin (62), keduanya warga Kampung Kuwungsari RT  03/RW 20, Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen tidak memeroleh PSKS. Padahal keduanya adalah warga miskin. Ironisnya mereka masih satu kampung dengan Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge