0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang UN SMP, Kepala Sekolah Jangan Provokasi SMP Lain

dok.timlo.net/red
Ilustrasi UJian Nasional (UN) (dok.timlo.net/red)

Solo – Kalangan DPRD Solo mendorong Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ditunjuk menggelar Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT) tidak mundur. Terlebih, pelaksanaan UN CBT SMA/SMK tiga hari ini relatif berjalan lancar.

“Kalau sekolahnya tidak siap, tidak perlu intervensi dan memprovokasi sekolah lain. Itu tidak baik. Masak kemarin SMAN 3 disuruh ikut-ikutan mundur (dari UN CBT – red),” kata Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa kepada wartawan, Rabu (15/4).

Untuk diketahui, SMAN 1 yang notabene sekolah eks RSBI mengundurkan diri dari pelaksanaan UN CBT. Alasannya, sekolah tidak siap infrastuktur.

Teguh mengakui, ada kepala sekolah yang mempengaruhi sekolah lain agar mundur dari UN CBT. Termasuk SMPN 1 dan SMPN 2 yang dijadwalkan menggelar UN CBT, 4-7 Mei juga dipengaruhi agar mundur. Ia menilai, upaya mempengaruhi sekolah lain itu sudah di luar kewenangan yang bersangkutan.

“Kalau Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah-red) bukan berarti memasuki wilayah sekolah lain. Termasuk memprovokasi komite. Sebagai kepala sekolah kalau tidak siap ya alasannya apa harus jelas. Apanya yang tidak siap. Jadi, saya dukung mereka yang mantan RSBI laukan ujian CBT, bukan PST,” bebernya lagi.

Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti mengatakan, dari pantauannya selama tiga hari, pelaksanaan UN berjalan lancar. Pihaknya siap memback up pelaksanaan UN CBT di tahun depan.

“Tadi SMA N 4 mengatakan minta dibantu agar tahun depan bisa UN CBT. Kemarin SMA N 7 juga begitu. Kalau secara regulasi memungkinkan ya akan kita bantu anggaran, meingat SMA/SMK ini kan akan diambil Pemerintah Provinsi,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge