0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Ingatkan KPUD Jangan Mroyek

timlo.net/nanin
Wakil Pimpinan DPRD Boyolali,Tugiman B Semita (timlo.net/nanin)

Boyolali — ¬†Wakil Ketua DPRD Boyolali, Tugiman B. Semita, menyorot anggaran untuk pengadaan alat peraga kampanye, seperti leaflet yang angkanya mencapai Rp 1 milliar. Diakui, untuk Pilkada kali ini, KPUD harus menyediakan alat peraga, seperti pamflet, baliho dan leaflet. Semua pengadaan tersebut harus melalui proses lelang.

“Nilai alat peraga mencapai milyaran, kalau begini, bisa-bisa KPUD tidak fokus pada penyelenggaraan, tapi malah sibuk mroyek,” ujar Tugiman ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/4).

Beberapa poin anggaran yang menurutnya bisa ditekan antara lain anggaran untuk sosialisasi yang nilainya mencapai Rp 5 Miliar. Selain itu, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) juga masih bisa ditekan.

“Jumlah TPS yang disampaikan kepada kami sekitar 1.600-an TPS. Dengan melihat jumlah pemilih, TPS di Boyolali bisa ditekan hanya 1.000 TPS,” imbuh Tugiman.

Wakil pimpinan DPRD lainnya, Fuadi, mempertanyakan kenapa anggaran Pilkada semuanya dibebankan ke APBD. Padahal sebelumnya, pemerintah pusat akan mendanai Pilkada.

“Kalau daerah punya dana, tidak masalah, tapi kalau tidak kan malah repot,” tandas Wakil Ketua dari Partai Golkar, Fuadi.

Ketua KPU Boyolali, Siswadi Sapto Harjono, menegaskan komisioner KPU tidak mungkin disibukkan dengan lelang dan pengadaan. Menurut Siswadi, pengadaan alat peraga kampanye menjadi pos anggaran yang paling memungkinkan untuk dipangkas.

“Itu tugasnya sekretaris. Kami tetap akan fokus pada penyelenggaraan pilkada,” kata Siswadi.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge