0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disidang, Pembuang Bayi di RS Kustati Menangis

Terdakwa kasus pembuangan bayi di RSUI Kustati Solo, Yanita Pungkasari didampingi Penasehat Hukumnya, Joko Wiwoho nampak sedih saat menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Solo, Rabu (15/4) siang (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdakwa kasus pembuangan bayi, Yanita Pungkasari nampak menangis tersedu dalam sidang pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (15/4) siang. Dalam sidang lanjutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tri Sulandari menghadirkan empat saksi.

“Satu saksi merupakan ahli, dan tiga lainnya adalah karyawan di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati,” jelas JPU Tri Sulandari.

Dalam pemeriksaan, seorang saksi ahli dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moewardi Solo, Hari Dwijoso mengatakan, saat dilakukan visum terdapat luka di bagian dagu bayi. Berdasarkan hasil otopsi, diperkirakan luka yang terdapat pada dagu bayi itu merupakan benturan benda tumpul.

“Saat dilakukan otopsi secara menyeluruh, terdapat luka di bagian dagu. Sedangkan, di bagian organ dalam bayi tidak ditemukan luka,” ungkapnya.

Ketika Ketua Majelis Hakim, Pollin Tampubolon menanyakan apakah kondisi bayi masih hidup saat hendak dimasukkan ke dalam monoblok toilet Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUI Kustati Solo, saksi mengaku bahwa hal tersebut tidak dapat dibuktikan. Pasalnya, dirinya memeriksa mayat bayi telah dalam kondisi membusuk.

“Saya tidak dapat memastikan, apakah kondisi bayi waktu itu masih hidup atau sudah mati. Masalahnya, saat saya melakukan pemeriksaan kondisi jasad bayi dalam kondisi membusuk,” ujarnya.

Selain saksi ahli, saksi lain yang dihadirkan di antaranya Rahmad Syafi’i, petugas cleaning service,  Asri Darmastuti dan Didik Nursanto selaku perawat. Berdasarkan kesaksian mereka, terdakwa memang mendatangi ruang IGD RSUI Kustati namun petugas tidak menaruh curiga kepada terdakwa.

“Setelah keluar dari toilet memang terdakwa nampak pucat, tapi saya tidak curiga,” ungkap Asri.

Kasus pembuangan bayi tersebut bermula saat, Yanita Pungkasari (30) warga Lawang, Malang, Jawa Timur berada di tempat kenalannya di kawasan Sukoharjo. Waktu itu, Yanita mengaku sakit perut dan meminta tolong kepada kenalannya untuk mengantar ke rumah sakit. Hingga akhirnya, kenalannya mengantarkan ke RSUI Kustati Solo.

Saat dilakukan pemeriksaan di IGD RSUI Kustati, Yanita mengaku sakit perut dan menuju ke toilet IGD. Di tempat tersebut, terdakwa yang dikenal sebagai guru les privat itu melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki. Diduga ingin menyembunyikan bayi hasil hubungan gelap tersebut, Yanita akhirnya menaruh bayi yang baru dilahirkan itu ke dalam monoblok toilet IGD dengan dibungkus plastik warna hitam. Selang dua hari kemudian, petugas cleaning service rumah sakit setempat menemukan jasad bayi dalam kondisi mengenaskan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge